
BALIKPAPAN,KPU Kota Balikpapan tetap menfasilitasi para tamu salah satunya dengan melakukan scan (tensi suhu badan), menggunakan masker, dan dilakukan penyemprotan secara rutin dilingkungan seputaran gedung KPU.
Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani menyampaikan sterilisasi tetap dilakukan karena wabah virus Corona ini sulit untuk dideteksi apakah ada disekitar kita atau tidak karena tidak bisa dilihat dengan kasat mata.
Dengan situasi yang sekarang ini bertambahnya pasien yang positiv di Balikpapan KPU semakin memperketat para tamu yang datang dan akan disiapkan untuk para tamu yang berkunjung sebelum masuk ke gedung KPU akan dilakukan penyemprotan seluruh badan seperti yang sudah ada salah satunya di Kodam VI Mulawarman,jelas Syabrani. Dengan adanya intruksi dari sekjend seluruh karyawan sudah dibagi tugas salah satunya sekretaris dan komisioner tetap stand by karena sebagai ujung tombak administrasi.
Berbicara masalah tahapan pihak sekretaris menunggu intruksi dari KPU RI apakah dimundurkan sebulan atau dua bulan belum diketahui yang jelas pastinya adanya penundaan. Untuk anggaran yg ada masih tetap di Rp 22 miliar yang digunakan untuk sosialisasi sekitar 40%, sekarang ini diistirahatkan dulu sampai menunggu tenangnya situasi jika tidak ada perkembangan dan dilihat cukup lama maka KPU akan melakukan untuk mencarikan formula yang baru bersama divisi parmas jika tetap dilaksanakan bulan september pilkada ini. Kata Syabrani,untuk sementara belum ada penambahan anggrutin,karena penggunaan anggaran sesuai dengan tahapan berdasarkan sosialisasi yang sudah berjalan.
Dengan situasi seperti ini, KPU menggunakan anggaran Hibah baik pilkada atau rutin ternyata ada intruksi dari sekjend bahwa boleh merevisi anggaran dari APBN untuk penanggulangan wabah Virus Corona ini.yang jelas digunakan untuk keperluan penanggulangan dengan membeli alat alat serta bahannya dengan nilai anggaran sekitar Rp 20 juta.
Situasi seperti ini harga dilapangan sudah tidak senormal yang biasanya artinya KPU jangan dianggap melakukan mar-up seperti masker sekarang harga nya sudah mencapai RP 400 Ribu.alat scan bisa ditanyakan sendiri berapa harganya yang jelas tim pemeriksa memahami hal hal yang demikian,jelas syabrani."