La Ode Nasir Soroti Pendidikan dan Kesehatan sebagai Kunci Atasi Kemiskinan di Kaltim

Anggota komisi I DPRD provinsi Kalimantan Timur La Ode Nasir

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur, La Ode Nasir, menegaskan bahwa berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat Kaltim hingga kini berkutat pada isu-isu klasik, seperti keterbatasan air bersih, ketersediaan listrik, serta kemacetan.

Namun menurutnya, dua sektor utama yang menjadi kunci untuk keluar dari lingkaran kemiskinan adalah pendidikan dan kesehatan. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri dialog warga yang digelar di Balikpapan, Minggu (21/4/2025).

Dalam forum tersebut, La Ode turut menyinggung langkah progresif Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur saat ini, yang tengah mendorong program pendidikan gratis hingga jenjang S3, termasuk bagi mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri.

“Saya hadir langsung saat peluncuran program ini bersama seluruh anggota DPRD. Ini komitmen besar dari Pak Gubernur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan gratis dari SMA sampai S3, bahkan luar negeri pun dibiayai. Ini tidak mudah, tapi sangat luar biasa,” ujar La Ode.

Ia menekankan bahwa program tersebut berlaku bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang ekonomi. “Mampu atau tidak, semuanya diberikan kesempatan yang sama. Gratis untuk semua,” katanya dengan nada tegas.

Lebih lanjut, La Ode menyampaikan keyakinannya bahwa dengan memperbaiki akses dan kualitas pendidikan serta layanan kesehatan, angka kemiskinan di Kaltim dapat ditekan secara signifikan.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru agar mereka dapat mengajar dengan optimal. “Guru-guru kita seharusnya tidak lagi mencari penghasilan tambahan dengan menjadi ojek demi menutupi kebutuhan hidup. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tambahnya.

La Ode juga menyampaikan apresiasinya terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Kaltim yang ia nilai masih muda, energik, dan cepat merespons aspirasi masyarakat. Meski tidak menutup mata terhadap kritik yang muncul, ia percaya proses perbaikan akan terus berjalan.

“Selama kita mengawal bersama, saya yakin sektor pendidikan dan kesehatan bisa menjadi fondasi kuat pembangunan SDM Kaltim,” pungkasnya.

(ADV/R)