Sujiati Gandeng Ketua Komisi IV Budisatrio Djiwandono, Prioritaskan Jalan Usaha Tani Babulu

Sekretaris komisi IV DPRD PPU Sujiati

SWARAREPUBLIKA.com, PENAJAM-Tokoh Partai Gerindra Penajam Paser Utara (PPU) Daerah Pemilihan (Dapil) Babulu-Waru Sujiati, berkomitmen melanjutkan perjuangan aspirasi masyarakat terkait program jalan usaha tani. Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU itu memastikan, program demi kemajuan para petani PPU akan mendapat dukungan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Gerardus Budisatrio Djiwandono, khususnya di Kecamatan Babulu.

Sujiati mengatakan, sebagian besar aspirasi jalan usaha tani tersebut diusulkan warga Kecamatan Babulu, saat Serap Aspirasi (Reses) Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024 yang dihelat di dua lokasi berbeda.

Yakni, Reses di Babulu Darat, 26 Febuari 2024 dan Reses di Desa Labangka Barat, 27 Februari 2024. “Selain jalan usaha tani, beberapa usulan juga disampaikan.

Seperti saluran air yang dangkal serta terkait kenaikan harga gabah pasca panen,” ujar Sujiati saat ditemui di Kantor DPRD PPU, Rabu (28/2/2024). Sujiati bersyukur, selama ini G Budisatrio Djiwandono selalu intens membantu petani di Kecamatan Babulu dalam program-program jalan usaha tani.

Hal tersebut dibuktikan dengan bantuannya yang sudah disalurkan dan terealisasi melalui aspirasi G Budisatrio Djiwandono. “Saya sendiri juga berusaha semampu mungkin untuk membantu mereka dalam mewujudkan jalan usaha tani,” ulasnya.

Sujiati juga merespons usulan terkait kebutuhan irigasi air yang juga menjadi prioritas bagi petani. Menurutnya irigasi tersebut hingga saat ini masih menjadi harapan para petani.

Meski saat ini diakuinya belum mendapat informasi perkembangan terkait progresnya. Namun setiap bertemu dengan G Budisatrio Djiwandono serta Kementerian PUPR, Sujiati selalu menyampaikan terkait kebutuhan tersebut. “Selalu saya sampaikan bahwa yang paling dibutuhkan adalah irigasi air di Bendung Telake,” ungkapnya.

Bahkan, Komisi II DPRD PPU juga terus mendorong kepada Kementerian PUPR saat melakukan kunjungan. “Kami jelaskan, kalau tidak mau lahan lumbung pangan kita hilang, hanya bendungan tersebut solusinya dalam pengairan,” imbuhnya.