Ardiansyah Komisi IV : Pelajaran Sejarah Tidak Boleh Di lupakan Apalagi Di Hilangkan

BALIKPAPAN,Tersiar informasi di media sosial mengenai rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan mata pelajaran sejarah dari kurikulum Pendidikan nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, B.A.,M.B.A., banyak disorot publik terkait wacana penyederhanaan kurikulum tersebut.

Dalam wacananya, terselip kabar bahwa mata pelajaran sejarah akan terkena imbas, yakni dihapuskan dari mata pelajaran sekolah (penyederhanaan kurikulum).

Mendengar hal ini anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Ardiansyah, SH , angkat bicara terkait penyederhanaan Kurikulum Pendidikan, yakni penghapusan mata pelajaran Sejarah.

Ardiansyah menilai, dirinya secara pribadi tidak menyetujui apabila dalam penyederhanaan kurikulum, mata pelajar Sejarah dihapus (ditiadakan), menurut dirinya, mata pelajaran sejarah merupakan Cika bakal kepribadian Bangsa Indonesia.

"Saya secara pribadi tidak mendukung wacana , dari Bung Karno sendiri kita tidak boleh melupakan sejarah,"ungkap Ardiansyaha kepada awak media digedung DPRD, Jumat (25/09/2020)

"Bagaimana kita ini jika sejarah itu dihilangkan, bagaimana nilai Proklamasi perebutan kemerdekaan Bangsa Indonesia, itukan semuanya sejarah bagi kita" lanjutnya.

Menurut Ardiansyah, Apabila mata pelajaran sejarah dihapuskan dari dunia Pendidikan di Indonesia, maka sejarah Bangsa indonesia akan terlupakan, bagi para generasi penerus Bangsa.

"Jika mata pelajar sejarah tidak dipelajari lagi di sekolah-sekolah, maka akan terlupakan, bagaimana anak ,cucu kita bisa mengingat tentang perjuangan Bangsa ini, bagaimana merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia, bagaimana dengan Proklamasi kemerdekaan, karena itu semua itu ada dalam sejarah" jelas Ardiansyah.

Mata pelajaran sejarah dikurikulum kelender Pendidikan harus tetap di adakan , agar para genersi Bangsa faham tentang sejarah bangsa Indonesia, apalagi Pelajaran Extrakurikuler seperti Praja Muda Karana (Pramuka) harus tetap diadakan, karena didalam Pramuka dapat mendidik generasi muda untuk cinta terhadap Bangsa indonesia.

"Jika dulu Pramuka sangat aktif, kerena didalam Pramuka yangrr merupakan pelajaran extrakurikuler, mampu mendidik jiwa-jiwa Patriotisme, Sportifitas, disiplin, namun yang saya sayangkan di era sekarang ini, pelajaran extrakurikuler Pramuka banyak yang sudah tidak aktif lagi" papar Ardiansyah.

Disinggung mengenai harapan kedepannya Ardiansyah juga menambahkan, dirinya mengharapkan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang penggunaan Gadget, yakni pembatasan penggunaan Gadged bagi para pelajar.

"Musuh besar kita sekarang ini bukan hanya Narkoba, tapi bagi saya Gadged itu lebih parah dari Narkoba, sebab sekarang Gadged sangat mudah didapat, nah ini sangat membahayakan para anak Disik, misal dibawa ke kamar, dan melihat hal-hal negatif, dan ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) Bangsa Indonesia, bagaimana membatasi penggunaan Gadget"Pungkasnya.