
Banjir yang kerap menerpa Kota Balikpapan masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang sampai sekarang terus menjadi pembahasan.pasalnya Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun yang disampaikan Walikota Balikpapan , salah satunya penanganan banjir belum terselesaikan. Sebanyak 51 titik sering terjadi banjir yang menjadi prioritas penanganannya, namun hanya mampu menyelesaikan 8 titik saja dalam beberapa tahun terakhir.
Hal tersebut disampaikan Syukri Wahid anggota Komisi II DPRD Balikpapan yang juga ketua Badan Anggaran (Banggar) diruang kerjanya, Rabu (05/08/2020).
Selain adanya Detail Engineering Design (DED) yang selalu berubah-ubah , minimnya target penanganan banjir terkendala dengan pembebasan lahan, sehingga DPRD terus berusaha untuk mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan agar segera menyelesaikan permasalahan banjir di kota minyak ini.
"Masa jabatan Walikota yang ada saat ini cukup singkat, sehingga kita (DPRD) berusaha untuk mendorong pemkot bekerja maksimal, paling tidak dari 51 titik separuhnya bisa diselesaikan itu sudah cukup bagus,"ungkap Syukri Syukri juga mengingatkan dari 51 titik banjir yang ada, itu merupakan data yang lama, ternyata diluar dugaan ada penambahan titik banjir baru yakni sebesar 47 titik banjir.
Lanjut Syukri " dari 51 titik yang menjadi prioritas pemkot, yang merupakan titik banjir besar salah satunya berada dikawasan Jln Ahmad Yani Gn. Sari , Jln Letjend Soeprapto serta MT Haryono di depan Supermarket Giant" jelasnya.
Melihat kebutuhan anggaran penanganan banjir, baik itu salah satunya perbaikan drainase, Syukri memperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar 300 Miliar.
"Tetapi besaran anggaran tersebut untuk lima tahunan, lagi pula pemkot saat ini melakukan MOU bersama Provinsi dan Pusat terkait anggaran penangan banjir,"pungkasnya.