RAPAT PARIPURNA DPRD KOTA BALIKPAPAN MENGESAHKAN H.HARIS KETUA KOMISI II

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Balikpapan telah menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pergantian struktur Alat Kelengkapan Dewan (AKD), yakni pergantian dan pengumuman ketua Komisi II dan telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD kota Balikpapan.

Rapat Paripurna berlangsung diruang rapat paripurna DPRD Balikpapan secara tertutup dengan menetapkan dan mengesahkan H.Haris sebagai Ketua Komisi II menggantikan Riri Saswita Diano, A.Md yang akan fokus terhadap penyembuhan akibat penyakit yang dideritanya.

Seusai mengikuti Rapat Paripurna yang dipimpin langsung ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S.sos , Haris mengatakan pergantian ini dikarenakan ketua Komisi II Riri Saswita dalam kondisi yang kurang sehat, karena itu saya dipercaya untuk menggantikan sebagai ketua Komisi II.

"Seluruh anggota fraksi dan anggota DPRD telah mempercayakan kepada saya untuk menjabat sebagai Ketua Komisi II," kata H Haris, Senin (3/8/2020).

Pasca pergantian Ketua Komisi II, H.Haris selaku ketua Komisi II siap untuk melanjutkan program yang sudah berjalan ,Diantaranya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Balikpapan meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Menurut Haris, pihaknya menginginkan bagaimana perbaikan ekonomi setelah adanya Covid-19, salah satunya pemasangan tapping box di tempat-tempat hiburan yang belum terpasang.

"Saya ketua Komisi II yang baru menginginkan Supaya perekonomian kota Balikpapan membaik, maka kami akan memfokuskan kepada penerapan pajak online , salah satunya pemasangan tapping box di Tempat-tempat hiburan yang belum terpasang ," ungkapnya.

Masih H.Haris “Masalah pajak yang tertunggak juga masih menjadi perhatian Komisi II, bagaimana penunggak pajak dalam kondisi Covid-19 ini bisa membantu secepatnya untuk menyelesaikan penunggakan pajak tersebut".

Haris pun menambahkan , pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) diketahui PAD baru tercapai Rp183 miliar hingga Juli 2020. Sedangkan targetnya Rp350 miliar hingga akhir tahun walau dalam kondisi Covid-19.