
SWARAREPUBLIKA,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan akhir pertanggung jawaban walikota Balikpapan, Rabu (8/7/2020).
Rapat Paripurna yang dilaksankan secara Virtual , dipimpin langsung wakil ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle SS didamping Wakil lainnya yakni Thohari Aziz dan Subari yang digelar di ruang Paripurna DPRD Balikpapan. Dari keenam fraksi tersebut menyampaikan persetujuan tentang Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2019 untuk dijadikan perda.
Dalam penyampaian pendapat akhir, di awali oleh Fraksi Partai Golkar yang di bacakan oleh Suryani, diman Fraksi Golkar setuju Raperda tersebut dijadikan Perda. Fraksi Partai Golkar juga memberikan saran terkait Pendidikan ,bahwasanya ketersedian ruang belajar dan penambahan unit sekolah yang sangat kurang di kota Balikpapan ini.
Fraksi partai Golkar juga menyoroti manajemen PDAM, sehubungan Perda yang berlaku sudah dianggap tidak layak lagi dan bertentangan beberapa peraturan pemerintah (PP) yang lebih tinggi.
Untuk itu di minta Perda PDAM dilakukan revisi. Hal serupa disampaikan Fraksi PDI-P include PKB, Gerindra, PKS, Demokrak, dan Fraksi Gabungan Sabaruddin menjelaskan seusai memimpin rapat ,ada enam fraksi yang menyampaikan pendapatnya dan meminta pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.
Dari seluruh pandangan fraksi, ada yang lebih disoroti yakni terkait dengan pendidikan yang setiap tahunnya masih terus bermasalah. "Dalam hal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Balikpapan yang setiap tahunnya tidak pernah selesai, dan selalu saja menjadi masalah bagi orang tua murid" jelas Sabaruddin.
Selain menyoroti permasalahan PPDB online, fraksi di DPRD Balikpapan juga menyoroti permasalahan Perusahan Air Minum Daerah (PDAM), yang mana PDAM baru-baru ini melakukan kesalahan input data yang dilakukan pihak managemet PDAM. Selain itu ada beberapa masukan dan catatan yang disampaikan fraksi dengan masalah banjir yang masih terjadi di Balikpapan.
Sabarudin mengatakan bahwa " banjir di kota Balikpapan juga menjadi momok yang terus menghantui warga Balikpapan disaat musim penghujan dan ini kita harus mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya"kata Sabaruddin.
Sabaruddin meminta kepada Walikota Balikpapan dan jajarannya, untuk memaksimalkan kinerja, mengingat masa akhir jabatan walikota akan segera berakhir, sehingga visi misi yang dulu disampaikan bisa terselesaikan dengan baik.
(*AG)