
Balikpapan- Virus corona atau Covid-19 yang mewabah di kota Balikpapan ini menjadi momok yang paling menakutkan, mengapa tidak virus ini mampu mengguncang dunia dan yang paling mengerika virus ini tidak pandang bulu siapapun bisa terinfeksi.
Tidak hanya mengancam jiwa manusia namun juga mengancam mental hingga sosial, di karenakan semua orang membatasi diri agar tidak tertular , bukan hanya sampai di situ COVID-19 ini membawa dampak ke sektor perekonomian yang berimbas kepada seluruh masyarakat kota Balikpapan.
Efek dari virus Corona ini sangat dirasakan oleh lapisan masyarakat baik dari kalangan atas sampai kalangan tingkat bawah yang terkena dampaknya. Kini Pemkot Balikpapan bukan hanya di sibukkan dengan penanganan virus corona yang mewabah di Balikpapan, pemberian bantuan ke lapisan masyarakan pun kini mulai di galakan.
Pemerinta kota Balikpapan sendiri akan menggunakan Rasionalisasi dana APBD kota Balikpapan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat akibat dampak mewabahnya virus corona (Covid-19) yang melanda kota Balikpapan.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Fadlianoor angkat bicara mengenai hal ini, dirinya mengatakan secara tegas"bahwa Pemerintah Kota Balikpapan Harus terbuka dan Transfaran terhadap Dana Rasionalisasi APBD , yang akan di gunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat akibat Covid-19" dana apa saja yang akan di pangkas serta dari dinas mana saja, semuanya harus terbuka dan transfaran"tegas Fadlianoor
Secara tegas Fadlianoor meminta kepada Pemerintahan kota Balikpapan bahwa "jika di berlakukanya Pembatasan Sosial Bersekala Besar(PSBB) maka dalam pengalokasian bantuan saya meminta kepada Pemkot Balikpapan terkhusus walikota Balikpapan untuk transfaran dan terbuka mengumumkan ke Publik tentang Data si penerima , Skema dan Besar Bantuan sosial yang di berikan kepada warga Masyarakat yang terdampak Virus Covid-19 , transparansi ini sangat penting agar pemberian bantuan sosial ini tepat sasaran" mintanya.
Pemkot Balikpapan juga harus transfaran dan terbuka terhadap bantuan (Donasi) dari Perusahaan Swasta, BUMN , Pengusaha, organisasi dan Koprasi semua harus transfaran, Fadlianoor juga sangat mengapresiasi kepada pihak swasta serta BUMN yang melakukan kegiatan pembagian bahan pokok kepada masyarakat , dalam membantu sesama kita akibat dampak Covid -19 .
Fadli mengatakan "Kami sangat mengapresiasi kepada para pelaku usaha swasta ataupun perusahaan BUMN dalam melakukan kegiatan sosial dampak covid-19 dalam bentuk pembagian sembako kepada ojek online atau yang lainnya," ucapnya
Namun dalam kegiatan bantuan sosial ini dinilai belum dilakukan secara merata dan hanya memerhatikan pada satu titik saja termasuk ojek online , sementara masih banyak lapisan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan Pemerintah Kota Balikpapan, seperti UKM , pedagang keliling , Guru-guru swasta, seniman bahkan sampai ketua RT berhak mendapatkan bantuan dari Pemerintah.
"Hampir seluruh lapisan masyarakat kota Balikpapan terkena dampaknya baik dari pedagang keliling yang hanya menerima persen, musisi yang kerab mendapatkan job ketika ada acara, namun setelah adanya Covid-19 tidak bisa lagi mengambil job akibat Social distancing (jarak sosial) , belum lagi Guru-guru swasta merekapun ikut merasakan dampak covid -19 ini kalau bukan pemerintahan kota , siapa lagi yang harus membantu mereka semua," papar Fadlianoor.
Masih Fadlianoor "bahkan Dari karyawan Mall sampai perhotelan banyak yang dirumahkan, wartawan online pun terkena dampaknya Covid-19 , selaku ketua RT pun wajib mendapatkan bantuan dari Pemerintahan kota Balikpapan" lanjutnya.
Fadlianoor meminta "kepada pelaku usaha baik prusahaan Swasta maupun BUMN yang berpartisipasi dalam kegiatan sosial akibat Virus corona , dalam bentuk pembagian baik berupa dana ataupun sembako , agar sekiranya dapat dilakukan satu pintu, yang di kelola Pemkot Balikpapan namun harus transfaran dengan data yang betul-betul akurat Sehingga nanti ketika ada pembagian itu tidak tumpang tindih(Double) antara PKH dan Dampak Cavid-19 imbuhnya
Ia menilai kegiatan ini belum cukup efektif dan merata untuk dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat dalam pendataan penduduk harus melibatkan Rukun Tetangga (RT) agar data yang tersedia dan nantinya akan di berikan bantuan sudah jelas dan akurat.
"Kita mengucapkan terimakasih kepada Pekerja Sosial Masyarakat( PSM) yang sudah bekerja keras untuk mendata, namun alangkah baiknya tentang Covid -19 ini , RT harus dilibatkan untuk pendataan, agar dalam penyaluran bantuan nantinya bisa merata dan tepat sasaran , Kalau pembagian bantuan tidak merata itu akan menjadi bumerang, ribut nanti," ujarnya Fadlianoor
Di samping itu, masyarakat juga dibebani dengan sejumlah pembayaran yang harus tetap dikeluarkan, seperti cicilan BANK, lising dan lainya walaupun keadaan ekonomi di tengah wabah Codvid -19 di Kota Balikpapan sangat berpengaruh
Fadlianoor mengatakan "Harapannya saya Wali Kota Balikpapan juga bisa mengoordinasikan dengan pelaku usaha kredit dan BANK untuk merekonstruksi pembayaran, karena dampak dari codvid juga mereka tidak bisa membayar cicilan bank, saya meminta untuk menunda bukan menggeratiskan selama dalam penanganan vitus Codvid-19" tutupnya