SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Fraksi NasDem DPRD Kota Balikpapan melalui juru bicaranya, Anggota Komisi IV, Siska Anggreni, menyampaikan pemandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna Pembahasan APBD Balikpapan Tahun Anggaran 2026 setelah adanya penyesuaian alokasi transfer ke daerah.
Rapat digelar di Hotel Grand Senyiur pada Kamis (20/11/2025). Di awal penyampaian, Siska mengajak seluruh peserta rapat untuk bersyukur karena dapat kembali menghadiri paripurna tersebut. Ia juga memberikan beberapa catatan penting atas dinamika yang terjadi sepanjang November 2025.
Fraksi NasDem menyampaikan duka mendalam atas musibah tenggelamnya enam anak di area galian proyek Grand City. Fraksi menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan meminta Wali Kota menindak tegas pihak pengembang. Selain itu, fraksi turut memberikan ucapan selamat atas peringatan Hari Pahlawan (10 November), Hari Kesehatan Nasional (12 November), dan HUT ke-80 Brimob Polri (14 November).
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Balikpapan yang terus menjaga stabilitas keamanan kota,” ujar Siska.
Saat memasuki pokok pemandangan umum, Fraksi NasDem memberikan perhatian serius terhadap berbagai keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Minimnya pemasangan pipa induk, terbatasnya sambungan rumah, serta menurunnya kualitas dan pasokan air bersih dinilai kerap menimbulkan keresahan.
Fraksi mendesak pemerintah kota memanggil manajemen PTMB untuk mencari solusi konkret. Isu banjir yang masih terjadi di sejumlah titik, terutama di kawasan Desa Ampel, juga memperoleh sorotan.
Fraksi menilai penanganan yang dilakukan pemerintah belum memberikan dampak signifikan sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh dan kajian yang lebih komprehensif. Kemacetan pada jam-jam padat turut menjadi perhatian.
Rekayasa lalu lintas hingga pembukaan jalur alternatif dinilai perlu segera dilakukan untuk mengurai kepadatan. Lebih jauh, Siska menyoroti perubahan struktur pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah akibat pemangkasan transfer pusat. Dalam kondisi demikian, Fraksi NasDem meminta pemerintah kota menetapkan skala prioritas secara lebih cermat.
Anggaran harus difokuskan pada sektor esensial seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Fraksi juga mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi lokal. Optimalisasi pendapatan asli daerah perlu dilakukan dengan pendekatan inovatif tanpa menambah beban masyarakat.
“Pengawasan anggaran harus diperketat agar penggunaan APBD dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” tegas Siska.
(ADV/DPRD Balikpapan)