SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2025, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera menuntaskan pelaksanaan berbagai kegiatan dan program yang hingga kini belum terealisasi.
Ia menegaskan, waktu yang tersisa sangat terbatas, sehingga dibutuhkan langkah cepat, koordinasi efektif, dan kerja terukur agar seluruh target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana. Taqwa menyoroti bahwa masih ada sejumlah kegiatan di beberapa OPD yang belum berjalan sesuai jadwal.
Kondisi ini, menurutnya, dapat berdampak pada capaian pembangunan daerah, terutama program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Kita berharap agar segera merealisasikan kegiatan-kegiatan atau problem-problem pemerintah yang belum terlaksana, mengingat ini sudah masuk bulan November. Artinya waktunya sudah tidak cukup panjang lagi,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, keterlambatan pelaksanaan kegiatan di sejumlah OPD tidak sepenuhnya disebabkan oleh faktor teknis di lapangan, melainkan juga karena adanya perubahan sistem administrasi dan pelaporan dari versi 5 ke versi 6 yang diterapkan pemerintah. Namun demikian, Taqwa menilai perubahan sistem tersebut tidak seharusnya menjadi alasan utama menunda pelaksanaan program yang telah direncanakan sejak awal tahun.
“Apapun alasannya, kita berharap pekerjaan-pekerjaan yang sudah disepakati bisa segera direalisasikan. Jangan sampai kegiatan molor lalu anggarannya menjadi silva, karena hal itu justru merugikan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sebagian besar kegiatan yang belum berjalan merupakan program dengan dampak langsung terhadap masyarakat, baik di bidang pelayanan publik maupun penguatan ekonomi lokal. Oleh karena itu, DPRD menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antarperangkat daerah agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
“Kebutuhan yang kita bahas tahun lalu dianggap penting karena bersinggungan langsung dengan masyarakat dan dapat menunjang kegiatan ekonomi di daerah,” tambahnya.
Selain itu, Taqwa juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menilai, apabila program tidak segera dijalankan, maka berpotensi menimbulkan silva atau sisa lebih penggunaan anggaran, yang mencerminkan kurang optimalnya kinerja pemerintah. “Sekali lagi, kita harapkan kegiatan yang belum dikerjakan segera direalisasikan. Kalau perlu dilakukan percepatan agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan sisa waktu kurang dari dua bulan menuju penutupan tahun anggaran, DPRD Balikpapan menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor dan manajemen waktu yang efisien. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah strategis agar seluruh target pembangunan yang tertuang dalam APBD 2025 dapat terealisasi tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kota.
ADV/DPRD Balikpapan)