SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat paripurna ke-9 Masa Sidang II Tahun 2024/2025 pada Senin (21/4/2025), di Lantai 8 Gedung Parkir Klandasan. Agenda utama dalam rapat tersebut adalah kesepakatan bersama terhadap rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Dalam rapat itu, DPRD memberikan sejumlah masukan penting kepada Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya terkait tiga isu strategis yang dinilai mendesak untuk diakomodasi dalam program pembangunan lima tahun ke depan.
Ketiga isu tersebut yakni pelayanan BPJS Kesehatan, penanganan banjir, dan pemenuhan kebutuhan air bersih. Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menyampaikan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan saat ini belum mencakup seluruh kebutuhan masyarakat.
Ia menyebutkan hanya sekitar 148 kategori penyakit yang ditanggung. “Idealnya, seluruh jenis penyakit bisa dicover. Bahkan jika memungkinkan, kita integrasikan dengan program Gratispol milik Gubernur Kaltim,” ujar Yono.
Isu kedua yang disoroti adalah persoalan banjir yang masih menjadi ancaman rutin bagi warga Balikpapan. Yono menekankan pentingnya komitmen serius pemerintah dalam menangani titik-titik rawan banjir.
“Banjir bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi. Contohnya di kawasan Jalan MT Haryono yang kerap tergenang,” jelasnya. Tak kalah penting, permasalahan air bersih juga menjadi perhatian utama.
Warga sering mengeluhkan kualitas air yang keruh serta sulitnya memperoleh sambungan baru dari PDAM. Menurut Yono, langkah konkret perlu dilakukan untuk membuka sumber-sumber air baru demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami mendorong agar persoalan ini masuk dalam prioritas pembangunan lima tahunan Wali Kota ke depan,” tegasnya. Melalui rapat ini, DPRD berharap RPJMD 2025-2029 dapat mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang selama ini belum terselesaikan secara optimal.
(ADV/DPRD Balikpapan/JM)