SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Balikpapan kembali menjadi perhatian serius. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Aminuddin, menyoroti masalah ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SD dan kapasitas sekolah negeri di tingkat SMP yang kerap terjadi setiap tahun.
“Ada sekitar 16.000 lulusan SD di Balikpapan tahun ini, tetapi hanya sekitar 6.000 tempat yang tersedia di sekolah negeri. Ini jelas menjadi masalah besar, karena 9.000 siswa lainnya harus mencari alternatif,” ujar Aminuddin, Kamis (10/4/2025).
Ia menekankan bahwa meskipun keinginan besar untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri, kapasitas yang terbatas membuat masalah ini sulit teratasi. Menurut Aminuddin, salah satu solusi yang dapat diterapkan dalam waktu dekat adalah dengan menyamakan kualitas pendidikan di sekolah swasta dengan sekolah negeri.
Hal ini bertujuan agar para siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap mendapatkan pendidikan yang bermutu dan layak. “Penting untuk memastikan bahwa sekolah swasta memiliki standar pendidikan yang setara dengan sekolah negeri, sehingga tidak ada anak yang tertinggal hanya karena tempat yang terbatas,” jelasnya.
Di sisi lain, Aminuddin juga mendorong pemerintah untuk fokus pada pembangunan sekolah negeri baru sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, idealnya setiap tahun ada pembangunan unit sekolah baru untuk meningkatkan daya tampung pendidikan. Namun, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh APBD Kota Balikpapan.
Oleh karena itu, Aminuddin berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi. Ia optimis peluang bantuan keuangan daerah semakin besar, mengingat banyak putra daerah Balikpapan yang kini duduk di posisi strategis di DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
“Komunikasi akan lebih mudah dengan banyaknya putra daerah yang kini memegang jabatan penting. Dengan dukungan provinsi, kami yakin masalah pendidikan bisa diselesaikan lebih cepat,” ungkap Aminuddin.
Aminuddin menutup harapannya dengan optimisme. Ia berharap dalam lima tahun ke depan, masalah kekurangan daya tampung di Balikpapan dapat diatasi secara bertahap melalui pembangunan sekolah baru yang konsisten setiap tahunnya.
Jika satu sekolah baru mampu menampung 720 siswa, maka dalam lima tahun masalah ini dapat diselesaikan secara bertahap. “Saya yakin dengan kerja keras dan dukungan provinsi, persoalan pendidikan ini bisa segera diatasi,” pungkasnya.
(ADV/DPRD Balikpapan/JM)