Libur Ramadan, Komisi IV DPRD Balikpapan Dorong Sekolah Adakan Pesantren Kilat

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, berharap sekolah-sekolah tetap mengisi masa libur bersama menjelang Ramadan dengan kegiatan positif, khususnya yang bernuansa keagamaan. Ia menekankan pentingnya pesantren kilat sebagai bagian dari edukasi spiritual bagi siswa.

“Libur bersama ini bukan berarti siswa benar-benar libur total. Sekolah bisa mengisinya dengan kegiatan pesantren kilat. Ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran spiritual di tengah libur mereka,” ujar Gasali.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), para guru tidak diliburkan sepenuhnya. Oleh karena itu, setiap sekolah diharapkan menyelenggarakan kegiatan yang bersifat keagamaan sebagai bentuk edukasi bagi para siswa.

“Setiap sekolah punya kearifan lokal masing-masing, jadi mereka bisa mengatur sendiri bagaimana konsep pesantren kilat ini diterapkan,” jelasnya.

Gasali menilai pemerintah telah memberikan ruang bagi sekolah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan non-formal yang bisa mendukung pembentukan karakter anak. "Tentunya ini adalah hal yang positif, dan kami dari Komisi IV sangat mendorong agar kegiatan semacam ini bisa dioptimalkan selama masa libur anak-anak," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan jadwal libur bersama, siswa akan mendapatkan waktu libur satu minggu sebelum Ramadan dan satu minggu menjelang Idulfitri. Dengan demikian, dalam satu bulan penuh, waktu belajar di sekolah sangat terbatas.

“Maka dari itu, kami harapkan ada kegiatan yang tetap berjalan di sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler yang berfokus pada pembinaan akhlak siswa,” tegasnya.

Gasali menekankan bahwa kegiatan seperti pesantren kilat sangat penting untuk membangun karakter dan moral generasi muda. “Ini bagian dari pembinaan akhlak anak-anak kita. Jadi, sekolah sebaiknya memanfaatkan momen ini dengan baik,” tutupnya.

(ADV/J)