SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Munculnya dugaan praktik oplosan bahan bakar minyak (BBM) di Balikpapan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Meski hingga kini belum ada bukti yang menguatkan, DPRD Kota Balikpapan menilai perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kejelasan informasi tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pertamina guna mendapatkan penjelasan resmi.
"Kami tidak bisa langsung menyimpulkan adanya praktik oplosan sebelum ada data konkret. Oleh karena itu, RDP akan menjadi langkah awal dalam menggali informasi lebih dalam," ujarnya.
Menurutnya, isu ini beredar di tengah masyarakat seiring dengan kasus di tingkat nasional yang melibatkan Direktur Pertamina Patra Niaga. DPRD juga akan melakukan inspeksi lapangan guna memastikan bahwa distribusi BBM di Balikpapan berjalan sesuai standar.
Fauzi menekankan bahwa kejelasan informasi sangat penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Di sisi lain, Pertamina telah membantah dugaan oplosan dan menjelaskan bahwa perbedaan warna pada BBM bukan disebabkan oleh pencampuran zat lain, melainkan karena zat pewarna dan aditif yang digunakan dalam produknya.
Meski demikian, DPRD tetap akan menggali lebih dalam dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan masyarakat dan pengawas distribusi BBM. Langkah investigasi ini bertujuan untuk menjamin bahwa masyarakat mendapatkan BBM berkualitas sesuai standar yang ditetapkan. "Kepercayaan masyarakat terhadap distribusi BBM harus dijaga, dan untuk itu transparansi menjadi kunci utama," tegas Fauzi.
Hasil dari RDP dan investigasi di lapangan akan menjadi dasar bagi DPRD dalam mengambil langkah selanjutnya. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, maka pihak terkait akan diminta untuk bertanggung jawab agar tidak terjadi permasalahan yang berulang di masa depan.
(ADV/J)