SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong pengembangan lingkungan sehat dan ramah anak dengan menghadirkan taman bermain edukatif di setiap kelurahan. Program ini diinisiasi oleh Komisi IV DPRD Balikpapan sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai serta mendorong aktivitas fisik dan sosial mereka.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, menjelaskan bahwa tingginya penggunaan gadget di kalangan anak-anak berdampak pada perkembangan mental dan sosial mereka. Oleh karena itu, DPRD berupaya menghadirkan alternatif berupa taman bermain edukatif yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas secara lebih sehat.
"Anak-anak saat ini banyak menghabiskan waktu di depan layar ponsel, yang bisa berdampak negatif terhadap tumbuh kembang mereka. Dengan adanya taman edukatif di setiap kelurahan, diharapkan mereka lebih aktif secara fisik dan sosial," ujar Sufyan. Program ini dirancang agar setiap kelurahan minimal memiliki satu taman bermain edukatif.
Bahkan, jika memungkinkan, fasilitas serupa juga dapat tersedia di tingkat rukun tetangga (RT), bergantung pada ketersediaan lahan. Kajian mengenai program ini telah dilakukan melalui studi banding ke daerah lain serta konsultasi dengan akademisi guna memastikan efektivitasnya. DPRD Balikpapan berencana memperjuangkan program ini agar masuk dalam regulasi resmi berupa peraturan daerah (Perda).
Menurut Sufyan, saat ini merupakan momen yang tepat karena Balikpapan tengah berupaya menjadi kota layak anak. "Pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini harus dilakukan secara berkelanjutan agar menghasilkan generasi yang lebih berkualitas," tambahnya.
Selain itu, program ini juga disiapkan sebagai bagian dari persiapan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Sufyan menegaskan pentingnya perencanaan ruang publik edukatif sejak dini agar tidak tersisih oleh pesatnya pembangunan permukiman di masa depan. Meskipun masih dalam tahap kajian, inisiatif ini telah mendapatkan respons positif dari Pemerintah Kota Balikpapan serta kementerian terkait.
Jika berjalan sesuai rencana, program ini akan segera masuk tahap perumusan kebijakan agar dapat direalisasikan. Saat ini, Balikpapan baru memiliki tiga taman edukasi anak, salah satunya di Taman Bekapai. DPRD berharap fasilitas ini dapat diperluas ke lebih banyak wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
(ADV/J)