Gasali Soroti Program Makan Bergizi Gratis, Anggaran Jadi Kendala

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARSREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan asupan nutrisi siswa.

Menurut Gasali, pemerintah daerah hanya bertindak sebagai pelaksana program dan penerima manfaat, sementara tanggung jawab utama, seperti pemilihan vendor katering dan penentuan menu, berada di tangan BGN. “Program ini berasal dari pemerintah pusat. Daerah hanya menjalankan kebijakan tersebut. Sebelumnya sempat tertunda karena mekanismenya masih disusun,” jelas Gasali pada Kamis, 23 Januari 2025.

Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah tidak memegang kendali penuh, pengawasan terhadap pelaksanaan program tetap menjadi tugas penting yang harus dilakukan. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahwa menu yang disajikan memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. “Kami terus memperhatikan agar tujuan dan efektivitas MBG benar-benar tercapai,” tambah Gasali.

Meski program ini diharapkan membawa dampak positif, Gasali tidak memungkiri adanya tantangan, khususnya terkait anggaran. Dengan alokasi sebesar Rp 10 ribu per anak untuk satu kali makan, ia menganggap nominal tersebut tidak cukup memadai mengingat tingginya harga bahan pangan di Balikpapan. “Kami masih menunggu keputusan final dari BGN terkait penyesuaian anggaran dan komposisi menu yang akan disajikan,” ungkapnya.

Selain itu, Gasali mengakui bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam mengurangi angka stunting di Balikpapan. Ia optimistis, meski ada kendala, program ini dapat berjalan dengan baik jika semua pihak yang terlibat bekerja sama secara maksimal. “Semoga program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak di Balikpapan,” harap Gasali.

Komisi IV DPRD Balikpapan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan program MBG dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda.

Dengan pengawasan dan sinergi yang baik, program MBG diharapkan menjadi solusi bagi perbaikan gizi siswa dan langkah signifikan dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Balikpapan.

(ADV/J)