Balikpapan Kembangkan Dahor Heritage sebagai Ikon Wisata Sejarah Modern Kota Minyak

Dahor Heritage Apartemen Pertamina

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata berbasis sejarah dengan mulai mempersiapkan Dahor Heritage Apartemen Pertamina sebagai destinasi budaya dan edukasi modern yang diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Upaya ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025), sebagai bagian dari strategi memperkaya ragam wisata kota yang identik dengan industri migas.

Ratih menjelaskan bahwa Dahor Heritage memiliki peran penting dalam perjalanan panjang Balikpapan sebagai kota minyak. Kawasan tersebut menjadi saksi bagaimana industri perminyakan dibangun sejak masa kolonial hingga berkembang menjadi sektor strategis nasional.

Menurutnya, pelestarian situs ini bukan hanya soal menjaga bangunan tua, tetapi juga memikirkan bagaimana warisan sejarah tersebut dapat disampaikan kepada publik melalui pendekatan yang lebih relevan dan menarik bagi generasi masa kini. “Dahor Heritage memiliki kisah panjang yang harus diketahui generasi sekarang. Ini bukan hanya bangunan, tapi saksi sejarah perkembangan industri migas di Balikpapan.

Wisata budaya harus mendapatkan ruang agar identitas sejarah kita tidak hilang,” ujar Ratih. Konsep pengembangan yang disiapkan pemerintah mencakup berbagai fasilitas yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata sejarah yang imersif. Penataan kawasan akan diselaraskan dengan pembangunan ruang pameran sejarah, pusat digital arsip migas, museum interaktif, hingga area publik yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni dan budaya.

Semua elemen tersebut diharapkan dapat menyajikan perjalanan industri migas Balikpapan dalam format yang lebih modern dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Selain itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina sebagai pemilik aset, komunitas sejarah, akademisi, hingga organisasi seni dan budaya.

Ratih menilai kolaborasi ini menjadi kunci agar pengembangan Dahor Heritage memiliki perspektif yang komprehensif serta mampu menggambarkan sejarah migas secara lebih akurat, kreatif, dan edukatif. Ia juga menekankan bahwa penggabungan konsep heritage dengan suasana resor modern akan menjadi daya tarik baru yang tidak hanya diminati wisatawan keluarga, tetapi juga para pelaku bisnis yang berkunjung ke Balikpapan.

Kota yang selama ini dikenal sebagai pusat industri dinilai perlu menonjolkan sisi historisnya agar kunjungan wisatawan lebih beragam dan bertahan lebih lama. “Wisata sejarah tidak boleh kaku dan membosankan. Kami ingin tampilkan dalam format digital dan storytelling, bukan sekadar papan informasi. Pengunjung harus bisa merasakan suasana masa lalu melalui teknologi,” jelasnya.

Ratih optimistis bahwa keberadaan Dahor Heritage akan memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota wisata sejarah migas terbesar di Kalimantan. Ia meyakini kawasan ini kelak mampu menggerakkan sektor UMKM, menciptakan ruang berkumpul masyarakat, serta menghadirkan kegiatan seni budaya yang berlangsung secara rutin. “Kita punya modal besar untuk kekuatan narasi dan pengalaman ruang,” tegas Ratih.

Dengan seluruh rencana tersebut, ia berharap Dahor Heritage dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, destinasi rekreasi bagi keluarga, sekaligus ikon kebanggaan yang menegaskan identitas Balikpapan sebagai kota bersejarah namun tetap modern. “Tujuan kami sederhana, yaitu menghidupkan memori kolektif dan mengembalikan kesadaran bahwa pariwisata dan sejarah dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar)