
SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Respons cepat dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membantu warga yang terdampak kebakaran di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Dinas Sosial (Dinsos) Kukar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menyiapkan dukungan kebutuhan dasar bagi masyarakat setelah musibah terjadi.
Kebakaran yang berlangsung pada Senin (5/10) sore tersebut menyebabkan sejumlah rumah terdampak dan sebagian warga harus mengungsi. Sejak malam hari, dapur umum mulai dioperasikan sebagai bentuk pelayanan awal untuk memastikan kebutuhan makanan warga tetap terpenuhi.
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan. Pendataan tersebut dilakukan secara rinci agar bantuan yang diberikan nantinya dapat menyesuaikan kebutuhan setiap keluarga. “Untuk sementara ini dapur umum sudah kita buka,” kata Rinda, Rabu (7/10).
Menurutnya, selain makanan, Dinsos Kukar telah menyiapkan sejumlah bantuan sosial untuk mendukung kebutuhan warga selama masa pemulihan. Bantuan tersebut akan disalurkan setelah data penerima dan kebutuhan masing-masing keluarga diterima secara lengkap. Rinda menjelaskan bantuan yang disiapkan cukup beragam.
Mulai dari sembako, perlengkapan bayi seperti popok dan peralatan mandi, pakaian bagi warga lanjut usia, hingga seragam sekolah untuk anak-anak yang terdampak kebakaran. “Data yang ada ini selalu data sementara. Kami ingin data yang detail,” ujarnya. Dengan pendataan tersebut, bantuan diharapkan tidak hanya diberikan berdasarkan jumlah korban, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Dinsos Kukar juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan bagi warga terdampak. Rinda meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan segera melengkapi data warga sekaligus surat permohonan bantuan. Kelengkapan administrasi tersebut menjadi bagian penting agar bantuan dapat segera didistribusikan kepada masyarakat.
“Bantuan itu sudah harus distribusi, supaya masyarakat cepat merasakan bantuan,” jelas Rinda.
Sementara itu, Dinsos Kukar masih mengevaluasi keberlanjutan operasional dapur umum. Evaluasi mempertimbangkan kondisi warga di lokasi pengungsian, termasuk sebagian korban yang sementara memilih tinggal di rumah keluarga sehingga kebutuhan makanan dari dapur umum mulai berkurang.
“Dapur umum sampai dievaluasi, apakah harus sampai tujuh hari atau cukup sampai besok,” tutup Rinda.
(ADV/Diskominfo Kukar)