SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kecamatan Balikpapan Utara mulai mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Balikpapan yang akan digelar 11–16 November 2026. Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Utara, Kamsani, mengatakan penjaringan peserta telah dilakukan pada 8 dan 9 Agustus lalu.
Seleksi tersebut diikuti 117 peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang pendidikan. Dari proses itu, sebanyak 86 peserta berhasil masuk dalam daftar calon kafilah Balikpapan Utara. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah karena ada sejumlah peserta potensial yang belum dapat mengikuti seleksi pada waktu yang telah ditentukan.
“Kemarin ada yang sedang berada di luar daerah, ada juga yang masih di pondok. Mereka sebenarnya punya potensi karena sebelumnya ada yang pernah menjadi juara di wilayah Balikpapan Utara,” kata Kamsani.
Selain itu, terdapat peserta yang saat seleksi berlangsung sedang mengikuti kegiatan tingkat nasional. Kondisi tersebut membuat kecamatan masih melakukan pemantapan sebelum menetapkan seluruh anggota kafilah.
Kamsani menargetkan Balikpapan Utara dapat membawa sekitar 100 peserta ke MTQ tingkat kota. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan untuk mempertahankan predikat juara umum yang diraih Balikpapan Utara pada MTQ tingkat kota 2025.
Komposisi peserta cukup beragam. Sebagian besar berasal dari pondok pesantren yang ada di Balikpapan Utara. Namun, peserta dari sekolah umum, Madrasah Aliyah Negeri (MAN), serta kelompok masyarakat binaan guru mengaji juga ikut dipersiapkan.
Balikpapan Utara juga akan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan. Selain cabang yang sudah umum seperti tilawah, kaligrafi dan syarhil Quran, tahun ini terdapat kaligrafi digital. Untuk cabang tersebut, kecamatan masih mencari peserta yang memiliki kemampuan karena membutuhkan keterampilan khusus. Persiapan dilakukan melalui Training Center (TC) selama September dan Oktober.
Pembinaan ini dibiayai dari anggaran kecamatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan dukungan sejumlah perusahaan untuk pembina. Kamsani menegaskan pembinaan tidak berhenti setelah perlombaan. Peserta yang juara maupun belum berhasil tetap akan mendapat pembinaan.
“Masalah juara itu belakangan. Yang penting pembinaan keagamaan ini terus berkelanjutan,” ujarnya.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)