Balikpapan Fokus Cabor Andalan di Porprov

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan strategi pembentukan kontingen untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser. Alih-alih mengirim atlet di seluruh cabang olahraga, pemerintah memilih memusatkan perhatian pada nomor-nomor pertandingan yang dinilai memiliki peluang terbesar menghasilkan medali.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun kontingen yang lebih kompetitif sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan efektif.

Saat ini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan tengah melakukan pendataan atlet serta mengevaluasi cabang olahraga yang layak diprioritaskan.

Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan keputusan mengenai cabang olahraga yang akan diberangkatkan belum dapat ditetapkan karena pihaknya masih menunggu diterbitkannya Technical Handbook (THB) dan petunjuk teknis (juknis) dari panitia penyelenggara sebagai acuan resmi pelaksanaan pertandingan.

"Technical Handbook dan petunjuk teknis akan menjadi dasar kami untuk melihat jadwal, kategori, serta nomor pertandingan yang diperlombakan. Dari situ baru ditentukan cabang olahraga yang memiliki peluang terbesar meraih medali," ujar Ratih. Selasa (21/7/2026)

Menurutnya, Disporapar juga telah berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur agar THB dan juknis dapat segera diterbitkan. Dengan begitu, proses penyusunan kontingen dapat dilakukan lebih cepat sehingga persiapan menuju Porprov berjalan lebih matang.

Ratih menegaskan, Balikpapan tidak akan memaksakan diri mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari total 64 cabang olahraga, pemerintah memilih menerapkan skala prioritas dengan hanya mengirim atlet pada nomor-nomor yang dinilai memiliki peluang paling besar untuk meraih prestasi.

"Tidak mungkin seluruh cabang olahraga kami ikuti. Selain melihat peluang meraih medali, kami juga harus memperhitungkan kebutuhan akomodasi dan pembiayaan kontingen menuju Kabupaten Paser," katanya.

Setelah THB dan juknis diterima secara resmi, Disporapar akan menyusun kebutuhan anggaran secara rinci. Perhitungan tersebut mencakup jumlah atlet dan ofisial, biaya transportasi, penginapan, konsumsi, akomodasi selama pertandingan, hingga uang saku peserta. Melalui pemetaan sejak dini, Pemkot Balikpapan berharap kontingen yang diberangkatkan benar-benar diisi atlet terbaik di cabang olahraga unggulan.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang perolehan medali sekaligus memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)