Disdik Balikpapan Pastikan SPMB 2026 Transparan, Rayonisasi Jadi Bahan Evaluasi

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP akan menerima seragam sekolah gratis sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada Senin, 20 Juli 2026.

Pembagian seragam dilakukan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga siswa dapat langsung mengenakan seragam baru pada hari pertama pembelajaran.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan saat ini proses distribusi seragam telah memasuki tahap akhir. Seluruh paket seragam telah dipilah sesuai ukuran dan mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah.

"Selama MPLS siswa masih menggunakan seragam dari jenjang sebelumnya. Untuk siswa SD masih memakai seragam PAUD, sedangkan siswa SMP menggunakan seragam SD. Mulai 20 Juli mereka sudah memakai seragam yang dibagikan pemerintah," ujar Irfan saat diwawancarai, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, penyerahan seragam secara simbolis akan dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) di SD Negeri 009 Balikpapan Utara. Sementara itu, seluruh sekolah secara bertahap telah mengambil paket seragam sesuai data ukuran siswa untuk kemudian dibagikan kepada orang tua maupun peserta didik selama pelaksanaan MPLS.

Selain memastikan distribusi seragam berjalan lancar, Disdikbud juga masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Menurut Irfan, hingga kini pihaknya masih menginventarisasi berbagai masukan dari sekolah sebelum menyampaikan hasil evaluasi secara komprehensif kepada publik.

Ia menegaskan, secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung baik. Tidak ditemukan kendala berarti, baik pada sistem digital maupun infrastruktur pendukung seperti server dan jaringan.

"Semua sistem berjalan dengan baik. Tidak ada server yang mengalami gangguan maupun kendala teknis lainnya. Proses penerimaan juga berlangsung transparan tanpa adanya praktik titipan," tegasnya.

Irfan menambahkan, evaluasi juga akan menyasar sistem rayonisasi yang masih memunculkan keluhan di sejumlah wilayah akibat belum meratanya sebaran sekolah negeri di Balikpapan. Perbaikan mekanisme rayon akan menjadi salah satu fokus penyempurnaan pada pelaksanaan SPMB tahun depan.

Di sisi lain, kerja sama Pemerintah Kota Balikpapan dengan 15 SMP swasta dinilai berhasil memperluas daya tampung peserta didik. Program tersebut mampu menampung hampir 1.000 siswa dengan dukungan anggaran sekitar Rp3,4 miliar untuk pembiayaan SPP dan uang pangkal.

Jumlah sekolah swasta mitra juga meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya melibatkan 13 sekolah. Menurut Irfan, kolaborasi tersebut akan terus diperluas sebagai langkah mengatasi keterbatasan daya tampung SMP negeri, dengan tetap memastikan setiap sekolah mitra memenuhi standar sarana prasarana serta kualitas tenaga pendidik.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)