SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperluas layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai langkah mendeteksi dini berbagai penyakit yang kini mulai banyak menyerang warga, termasuk kalangan remaja dan usia produktif.
Program yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tersebut menjadi bagian dari program prioritas nasional sekaligus dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan strategi pembangunan sektor kesehatan daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
“Program ini bukan hanya pelayanan kesehatan biasa, tetapi upaya deteksi dini agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal,” ujar Alwiati, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan selama 2025, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah persoalan yang cukup mengkhawatirkan. Kasus gangguan kesehatan gigi menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan di masyarakat.
Menurut Alwiati, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin membuat banyak warga baru datang berobat saat kondisi gigi sudah parah dan menimbulkan rasa sakit.
Selain itu, angka obesitas di Balikpapan juga tercatat cukup tinggi. Dari hasil skrining kesehatan, sekitar 54,75 persen warga yang diperiksa mengalami obesitas. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, hingga gangguan jantung.
Dinas Kesehatan juga menemukan kasus hipertensi mulai banyak dialami remaja dan pelajar. Bahkan beberapa siswa tingkat SMP diketahui mengalami tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang melebihi batas normal.
“Pola makan tidak sehat, kurang olahraga, serta gaya hidup yang tidak seimbang menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut,” jelasnya.
Tak hanya hipertensi, kasus stroke di Balikpapan juga mulai menyerang kelompok usia produktif. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan sekitar 16,8 persen warga mengalami gangguan kesehatan jantung.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemeriksaan jantung secara gratis di puskesmas hanya dengan membawa KTP. Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan rutin dan menerapkan pola hidup sehat agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan sejak dini.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)