SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kota Balikpapan dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2025. Perayaan akbar ini dipusatkan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, yang juga merupakan istri Wakil Presiden RI.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Kalimantan Timur, Jatung Utang, sebagai simbol pelestarian budaya daerah. Selvi Gibran hadir didampingi sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Staf Ahli Dekranas Siti Farida Pratikno, Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur Sarifah Suraidah Harum, serta Ketua Dekranasda Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud.
Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan Tari Kreasi Daerah Pesisir yang menggambarkan karakter Kota Balikpapan sebagai kota industri yang turut berperan dalam mengembangkan sektor kerajinan. Tarian tersebut mencerminkan semangat para perajin lokal dalam menghasilkan produk unggulan yang memiliki daya saing global.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Balikpapan sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Ia menyebut perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting dalam penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
“Ini merupakan kehormatan besar bagi Kota Balikpapan. HUT ke-45 Dekranas menjadi bagian penting dari strategi pengembangan ekonomi kreatif dan sejalan dengan arah pembangunan menuju kota global,” ujar Rahmad.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan UMKM di Balikpapan menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, jumlah UMKM tercatat mencapai 87.397 unit, meningkat 19,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas pelaku usaha tersebut bergerak di sektor perdagangan dan jasa, disusul sektor industri. Menurutnya, beberapa faktor turut mendorong kemajuan UMKM, seperti pemanfaatan media sosial dan e-commerce, kemudahan perizinan, serta dukungan berupa pelatihan, fasilitasi, kemitraan, dan pendampingan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran, menegaskan pentingnya peran Dekranasda di berbagai daerah dalam mendampingi dan membina para perajin, khususnya yang belum dikenal pasar. “Kerajinan yang belum memiliki pasar justru harus menjadi perhatian. Mereka perlu mendapatkan pembinaan, pendampingan, dan dilibatkan dalam pameran agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ucap Selvi.
Ia juga menekankan perlunya adaptasi para perajin terhadap perkembangan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran, baik secara daring maupun luring. Menurutnya, pendampingan dalam hal perizinan dan akses permodalan sangat dibutuhkan, terutama bagi perajin pemula. “Dekranas selama 45 tahun telah banyak berkontribusi terhadap kemajuan UMKM.
Banyak produk perajin Indonesia yang kini berhasil menembus pasar ekspor,” tuturnya. Sebagai bagian dari rangkaian acara, sebanyak 170 stan expo kerajinan dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Sekitar 80 UMKM lokal Balikpapan juga turut serta menampilkan produk unggulan mereka.
Pameran berlangsung pada 9 Juli mulai pukul 13.00 WITA dan dilanjutkan pada 10–11 Juli dari pukul 10.00 WITA hingga selesai. Selain ekspo, kegiatan sosial juga digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis untuk 5.000 warga yang tersebar di 20 kelurahan dan 70 puskesmas, serta layanan pemeriksaan mata gratis bagi 800 peserta.
(ADV/Diskominfo Balikpapan)