Letkol Hanif Arridho : Slogan Kami Saudaramu Dari Kalimantan Mampu Menciptakan Rasa Persaudaraan Bersama Warga Papua

Komandan Yonif Rider 600/ Modang Letkol INF Kurniawan Hanif Arridho

BALIKPAPAN, SWARAREPUBLIKA.com - Satu Tahun lebih Prajurit TNI Yonif Rider 600/Modang Kodam VI Mulawarman menjalankan tugas kenegaraan menjaga kedaulatan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua memberikan catatan penting yang patut diapresiasi.

Komandan Yonif Rider 600/Modang Letkol. Infanteri Kurniawan Hanif Arridho mengucapkan terimakasih kepada 450 Prajurit yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik.14 bulan berjuang melakukan pendekatan pendekatan kepada masyarakat Papua adalah strategi yang melekat dalam jiwa TNI untuk memberikan rasa aman kepada warga Papua.

Ada pun pada saat menjalankan operasi patroli di daerah rawan konflik seluruh pasukan tetap siaga. Dalam hal ini agar sebisa mungkin mengembalikan Warga dari kampung halamannya karena tidak nyaman lagi dihuni karena adanya pemberontakan organisasi Papua Merdeka ( OPM).

Rasa trauma menjadi ketakutan warga untuk bisa kembali kerumah mereka adalah hal yang mustahil namun perjuangan prajurit Yonif Rider 600/Modang berhasil membawa warga kembali kerumah masing masing, jelas Letkol Inf Kurniawan Hanif Arrida kepada awak media.

Kehangatan Coffee Morning bersama Awak media pada Jumat 15 September 2023 membawa rasa kerinduan kami seperti yang dilakukan seluruh prajurit pada saat di Papua, Ucapnya. Berbagai kegiatan serta patroli Siaga keliling yang dilakukan prajurit Yonif Rider 600/ Modang berhasil memberikan rasa aman dibeberapa wilayah seperti MAPPI, Merauke, Yahukimo, dan Asmat.

Banyak cara yang dilakukan Prajurit TNI khususnya pasukan dari Yonif Rider 600/Modang mulai dari pengobatan gratis dari rumah ke rumah, penanggulangan kebakaran, penyediaan sarana air minum bahkan pelaksanaan pengamanan di wilayah Kabupaten Asmat, terangnya.

Slogan yang kami terapkan" kami saudaramu dari Kalimantan" merupakan bagian visi internalisasi mereka juga dimana masyarakat Kalimantan adalah saudara kami juga sama sama NKRI asli Indonesia. Slogan ini menghapus segala perbedaan yang ada "susah senang bersama duduk sama rendah berdiri sama tinggi"

Kapten Infantri Gilang Ramadan menambahkan Selama 7 bulan melakukan pengamanan di wilayah tersebut tidak ada gangguan atau kontak senjata namun tetap waspada. Kota mati yang tak berpenghuni akibat serangan OPM kini dipastikan dalam keadaan steril aman dan terkendali. 27 warga yang mengungsi telah kembali menempati rumah mereka.

Seluruh pasukan yang bertugas selalu mengedepankan kewaspadaan karena masih banyak simpatisan OPM yang tinggal bersama warga, ketika ada warga yang datang kepos penjagaan atau markas kami tekankan agar memberikan kode atau syarat dengan membawa bendera Merah Putih, Ungkapnya.