PT KRN Apresiasi Aksi Konservasi JMSI Balikpapan Lepas 80 Tukik Penyu Lekang

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Upaya pelestarian lingkungan yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan melalui pelepasliaran 80 ekor tukik penyu lekang di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan, mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) yang menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem laut. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dinilai tidak hanya memiliki nilai edukasi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung konservasi satwa laut yang saat ini keberadaannya semakin rentan.

Humas Department SSL (Social Security and License) PT KRN, Ade Jasman, menyampaikan apresiasinya kepada JMSI Balikpapan dan pengelola Pantai Damba Enggang Borneo yang telah berinisiatif melakukan pelepasliaran puluhan tukik ke habitat alaminya.

Menurut Ade, keberadaan penyu lekang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai kehidupan di laut. Oleh sebab itu, upaya perlindungan terhadap spesies yang dilindungi tersebut perlu terus didorong melalui berbagai kegiatan konservasi yang melibatkan banyak pihak. “Kami sangat mengapresiasi langkah JMSI Balikpapan yang telah menginisiasi kegiatan pelepasliaran tukik penyu lekang ini. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan memiliki manfaat besar bagi pelestarian lingkungan laut, khususnya dalam menjaga keberlangsungan biota laut seperti penyu lekang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat agar program-program konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan. Sebagai bagian dari Apical Group, PT KRN, kata Ade, juga menempatkan isu keberlanjutan dan perlindungan lingkungan sebagai salah satu prioritas perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mendukung upaya pelestarian sumber daya alam, baik di kawasan daratan maupun wilayah pesisir dan laut. “Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu komitmen yang terus kami jalankan. Karena itu, kami melihat kegiatan yang dilakukan JMSI Balikpapan ini sangat positif dan patut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Ade juga menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pemberitaan dan aksi nyata seperti pelepasliaran tukik, media dapat menjadi jembatan yang mendorong partisipasi publik dalam kegiatan konservasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk ikut berkontribusi menjaga kelestarian alam. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kesadaran menjaga alam harus menjadi gerakan bersama karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang,” tuturnya.

Ade menegaskan, PT KRN akan terus mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan sumber daya alam. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan, baik di wilayah daratan maupun laut. Lingkungan yang terjaga merupakan investasi penting bagi masa depan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Melalui pelepasliaran 80 tukik penyu lekang tersebut, JMSI Balikpapan tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan satwa langka serta menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

(*)