Perkuat Pemantauan Kehamilan, TPK dan Kader Manggar Baru Aktif Door-to-Door Edukasi Perencanaan Kehamilan

Dr Wiwik Mulyana Penanggung jawab Klaster 2 KIA

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Dalam upaya menekan risiko kehamilan dan mendorong masyarakat agar lebih sadar merencanakan kehamilan, Puskesmas Manggar Baru mengoptimalkan peran TPK (Tenaga Pendamping Keluarga) dan kader kesehatan di lapangan.

Mekanisme pemantauan aktif ini menjadi salah satu strategi penting yang dijalankan Puskesmas Manggar Baru pada Senin (1/12/2025), sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Wiwik Mulyana, Penanggung Jawab Klaster 2 KIA.

Menurut Dr. Wiwik, permasalahan kehamilan di wilayah Balikpapan Timur cukup kompleks. Banyak ibu hamil yang jarak kehamilannya terlalu dekat, terlalu banyak anak, usia kehamilannya terlalu muda, hingga kehamilan di usia risiko di atas 35 tahun. “Ada ibu yang anaknya baru delapan bulan tapi sudah hamil lagi. Bahkan ada remaja usia sekolah yang sudah hamil. Ini sangat berisiko bagi kesehatan ibu maupun bayinya,” jelasnya.

Karena itu, Puskesmas Manggar Baru mengaktifkan sistem pemantauan berlapis melalui kader dan TPK. Setiap kader memantau kondisi ibu hamil yang ada di wilayah RT masing-masing. Jika ditemukan ibu hamil yang belum pernah memeriksakan kandungannya, kader akan segera melaporkan kepada bidan dan TPK untuk dilakukan kunjungan rumah.

“Mereka bergerak langsung. TPK dan kader akan datang untuk memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan pertama secepat mungkin,” paparnya.

Fungsi TPK tidak hanya memantau, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya jarak kehamilan yang ideal, risiko kehamilan usia terlalu muda, hingga pentingnya pemeriksaan kehamilan sejak trimester pertama. Edukasi ini dianggap penting karena masih banyak masyarakat yang memandang pemeriksaan kehamilan hanya diperlukan menjelang persalinan.

Dr. Wiwik berharap edukasi yang dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah dapat mengubah pola pikir masyarakat, terutama yang memiliki risiko terkait usia ataupun jarak kehamilan. “Kami ingin masyarakat benar-benar memahami bahwa kehamilan harus direncanakan. Tidak boleh terlalu muda, tidak boleh terlalu dekat, tidak boleh terlalu banyak, dan tidak boleh terlalu tua,” tegasnya.

Dengan pendekatan pemantauan aktif ini, Puskesmas Manggar Baru menargetkan seluruh ibu hamil di wilayah kerjanya dapat terpantau sejak awal sehingga risiko kesehatan ibu dan anak bisa diminimalkan secara signifikan.

(ADV/DPRD Balikpapan)