SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru memastikan bahwa kebutuhan obat dan bahan habis pakai (BHP) untuk masyarakat selalu terpenuhi melalui mekanisme pengadaan yang terencana dan transparan. Plt Kepala Puskesmas Manggar Baru, Sri Winarti, menyampaikan hal tersebut saat ditemui pada Rabu (26/11/2025).
Menurut Sri Winarti, hampir seluruh suplai obat yang tersedia di puskesmas berasal dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan (DKK). “Hampir 99 persen obat disediakan oleh DKK. Bila ada item yang tidak tersedia, kami menggunakan dana BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) untuk pengadaan tambahan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil agar pelayanan tidak terhenti dan masyarakat tetap mendapatkan obat sesuai kebutuhan medis mereka. Di sisi lain, pengelolaan anggaran terutama dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) juga dilakukan secara terencana. Perencanaan kegiatan dilakukan sejak awal tahun, termasuk kebutuhan program dan transport kader. "Semua penyaluran dana dilakukan melalui transfer untuk memastikan transparansi. Tidak ada lagi mekanisme manual," tegas Sri Winarti.
Ia menjelaskan bahwa setiap akhir tahun pihaknya menyiapkan rencana kebutuhan tahun berikutnya. Langkah ini dilakukan agar seluruh kegiatan dan program kesehatan memiliki dasar perencanaan yang kuat. Sri Winarti menegaskan bahwa transparansi anggaran menjadi bagian penting dari pengelolaan di puskesmas.
Selain transfer non-tunai, laporan penggunaan anggaran juga disusun secara berkala agar setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sistem tersebut, ia berharap pelayanan kesehatan semakin tepat sasaran dan program puskesmas dapat berjalan lebih efektif. “Kami ingin memastikan masyarakat menerima manfaat maksimal dari setiap program kesehatan,” ujar Sri.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan tata kelola kebutuhan obat dan anggaran agar pelayanan tetap stabil. “Harapan kami, apa yang kami jalankan selalu sesuai aturan, transparan, dan berdampak untuk masyarakat,” tutupnya.
(ADV/Puskesmas)