Puskesmas Manggar Baru Perluas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi hingga Tingkat RT

Ibu Sulastri bagian pemegang program kesehatan reproduksi wanita puskesmas Manggar Baru

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan pemahaman perempuan tentang kesehatan reproduksi melalui program penyuluhan yang dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh hingga ke tingkat RT.

Program ini menyasar perempuan usia subur, khususnya mereka yang berusia 30 hingga 49 tahun. Upaya tersebut dilakukan agar kaum perempuan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi sejak dini. Hal ini disampaikan Ibu Sulastri, Pemegang Program Kesehatan Reproduksi Wanita Puskesmas Manggar Baru, Selasa (25/11/2025).

Menurut Sulastri, penyuluhan merupakan langkah pertama yang dianggap paling efektif untuk membuka wawasan perempuan. Dalam kegiatan tersebut, puskesmas memberikan informasi mengenai risiko penyakit pada organ reproduksi serta pentingnya deteksi dini. “Kami ingin perempuan memahami kondisi tubuhnya sendiri. Banyak yang sebenarnya ingin memeriksakan diri, tetapi masih malu karena pemeriksaannya mengharuskan membuka area tubuh tertentu,” ujarnya.

Program penyuluhan ini dilaksanakan sebanyak delapan kali dalam setahun, dan dilaksanakan secara langsung melalui kader kesehatan yang tersebar di setiap RT. Para kader bertugas mengundang warga, memberi pemahaman awal, serta memastikan perempuan yang membutuhkan pemeriksaan dapat mengakses layanan puskesmas dengan mudah.

Sulastri mengatakan bahwa rasa malu masih menjadi kendala utama. Sebagian perempuan bahkan menunda pemeriksaan meski telah disarankan untuk melakukan pengecekan rutin. Karena itu, puskesmas memperkuat pendekatan personal melalui para kader yang dianggap lebih dekat dengan masyarakat. “Kami selalu mengingatkan bahwa pemeriksaan tidak perlu ditakuti. Justru dengan pemeriksaan rutin, risiko penyakit bisa dicegah lebih awal,” tambahnya.

Selain edukasi umum, penyuluhan juga difokuskan pada pentingnya pemeriksaan IFA yang idealnya dilakukan setahun sekali. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam deteksi dini risiko kanker serviks maupun gangguan kesehatan reproduksi lainnya. Dengan masifnya penyuluhan hingga ke tingkat RT, Puskesmas Manggar Baru berharap jumlah perempuan yang memeriksakan diri secara rutin semakin meningkat.

Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi angka risiko penyakit, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesejahteraan perempuan.

(ADV/Puskesmas)