SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya pengendalian demam berdarah di wilayah Manggar Baru kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Puskesmas Manggar Baru, melalui tim sanitasi dan kader pengawas jentik, berhasil mempertahankan kondisi lingkungan yang relatif aman dari ancaman nyamuk Aedes aegypti.
Pelaksanaan pemantauan jentik yang dilakukan secara berkala terbukti efektif menjaga Angka Bebas Jentik (ABJ) tetap stabil di angka tinggi dan meminimalkan risiko terjadinya kasus baru. Koordinator program jentik Puskesmas Manggar Baru, Yuliani, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki pola pemantauan yang dijadwalkan delapan kali dalam satu tahun.
Frekuensi tersebut dinilai efisien karena rentang waktunya masih memungkinkan tim melihat perubahan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya pada intensitas kunjungan, tetapi pada konsistensi pemantauan serta kedisiplinan warga dalam mengikuti imbauan petugas. Yuliani mengatakan bahwa hasil evaluasi selama ini menunjukkan ABJ di wilayah Manggar Baru hampir selalu berada di atas 90 persen.
Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa sebagian besar rumah tangga di kawasan tersebut sudah menyadari pentingnya menjaga kebersihan tempat penampungan air. Ia juga menyebutkan bahwa laporan kasus demam berdarah cenderung sangat minim dan hampir tidak ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa masyarakat cukup responsif terhadap upaya pencegahan.
Wilayah Manggar Baru memiliki 52 RT, sehingga puskesmas perlu menyusun data secara rinci per wilayah kecil tersebut. Setiap RT memiliki rekam pemantauan tersendiri dan diperbarui secara berkala. Sistem ini membantu puskesmas mengidentifikasi mana saja zona yang perlu mendapat perhatian lebih, terutama apabila ditemukan adanya peningkatan jumlah tempat yang berpotensi menjadi sumber jentik. “Pendataan per RT ini penting supaya kami bisa menentukan prioritas penanganan,” kata Yuliani.
Strategi berbasis data tersebut membuat proses pemantauan menjadi lebih terarah. Ketika ditemukan RT yang memiliki angka risiko lebih tinggi, tim segera memberikan edukasi tambahan atau melakukan penyemprotan untuk mengurangi potensi penularan
Pendekatan ini tidak hanya bersifat teknis, Tetapi juga mengedepankan pembiasaan hidup bersih dan peduli terhadap kesehatan lingkungan. warga diajak menanamkan kebiasaan memeriksa tempat penampungan air dirumah masing masing.
Dengan capaian ABJ yang konsisten tinggi, program pantauan jentik di Manggar baru di ilai dapat dijadikan rujukan kelurahan lain. Puskesmas Manggar baru berharap keberhasilan ini dapat dipertahankan, terutama pada musim penghujan yang kerap meningkatkan potensi perkembangbiakan nyamuk. Sinergi antar puskesmas, kader jentik dan masyarakat disebut menjadi elemen terpenting agar lingkungan tetap terjaga dari ancaman DBD
(ADV/puskesmas)