SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar Baru kembali menyelenggarakan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di RT 31 Kelurahan Manggar Baru, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar secara lebih lengkap bagi seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, balita, dewasa hingga lansia. Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Amalia Nur Jannah, menjelaskan bahwa posyandu integrasi merupakan layanan yang mencakup siklus hidup secara menyeluruh.
Selain memudahkan masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. “Di posyandu integrasi ini, pelayanan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan lingkar perut. Selain itu ada pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan dasar,” jelas Amalia.
Ia menambahkan, apabila ditemukan masalah kesehatan pada balita—seperti berat badan tidak naik atau keluhan lainnya—kader akan berkonsultasi dengan dokter dan memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua. Sementara pada orang dewasa, temuan yang paling sering muncul adalah tekanan darah tinggi dan kadar gula darah tinggi. “Kalau ada indikasi hipertensi atau gula darah tinggi, kami arahkan untuk kontrol lebih lanjut ke puskesmas karena pelayanan obat tidak tersedia di posyandu,” ujarnya.

Posyandu ILP di RT 31 saat ini merupakan satu-satunya posyandu integrasi di wilayah Manggar Baru, sementara posyandu lain masih berfokus pada layanan bayi dan balita. Meski demikian, seluruh kegiatan tetap dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Untuk sasaran balita di RT 31 tercatat sebanyak 57 anak, dengan rata-rata sekitar 40 anak hadir setiap bulan untuk penimbangan. Amalia juga menyoroti pentingnya deteksi dini untuk mencegah masalah tumbuh kembang, termasuk risiko stunting.
Pemeriksaan rutin di posyandu dianggap sangat penting karena memungkinkan adanya intervensi lebih cepat jika ditemukan penurunan atau stagnasi berat badan. Dalam kesempatan itu, Amalia turut menegaskan bahwa pelayanan imunisasi tidak dilakukan di posyandu.
Petugas hanya memantau catatan imunisasi melalui buku KIA, dan apabila ditemukan imunisasi yang belum lengkap, orang tua akan diarahkan untuk melanjutkan imunisasi ke fasilitas kesehatan sesuai prosedur. “Harapan kami, masyarakat terus rutin datang ke posyandu. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, potensi masalah kesehatan bisa dicegah lebih awal,” tutupnya.
Melalui posyandu integrasi ini, Puskesmas Manggar Baru berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan dasar serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini penyakit.
(ADV/Puskesmas)