
SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menggelar Kelas Sosialisasi Perpajakan bersama Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) yang tergabung dalam DPC Alfi/Ilfa Balikpapan. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas pengetahuan para pelaku usaha mengenai kewajiban perpajakan di sektor kepelabuhanan sekaligus menumbuhkan kesadaran serta kepatuhan wajib pajak.(24/9/2025)
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut dibuka langsung oleh Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis. Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Kepatuhan perpajakan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional. PT KKT berkomitmen menjadi Wajib Pajak Patuh agar terhindar dari risiko biaya kepatuhan yang tidak terukur,” ujarnya.
Sesi materi utama disampaikan oleh Ricky Rizky Pranata, Asisten Manager Akuntansi dan Perpajakan PT KKT. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepatuhan pajak sebagai fondasi keberlangsungan operasional perusahaan.
Menurutnya, kepatuhan yang baik akan mendukung terciptanya tata kelola perusahaan yang sehat dan berkelanjutan. Apresiasi juga datang dari Firman Tola, Ketua DPC Alfi/Ilfa Balikpapan. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para anggota JPT.
“Sosialisasi seperti ini penting agar pelaku usaha dapat memahami regulasi terbaru dan melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan lebih tertib, profesional, dan sesuai aturan,” ucapnya.
Melalui kelas ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai regulasi perpajakan terkini, tata cara pelaporan, hingga pemanfaatan sarana digital untuk mempermudah proses administrasi. PT KKT berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mempererat sinergi dengan mitra usaha di sektor kepelabuhanan.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, PT Kaltim Kariangau Terminal menegaskan komitmennya dalam mendukung transparansi, kepatuhan, serta tata kelola yang baik dalam setiap operasionalnya di kawasan pelabuhan.
(*)