
SWARAREPUBLIKA.com, BERAU KALTIM — Di balik megahnya pembangunan jaringan listrik di Kalimantan Timur, terselip kisah inspiratif dari seorang pemuda asal Papua. Namanya Benyamin, pegawai muda PLN yang kini ikut ambil bagian dalam pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung Redeb – Talisayan. Proyek ini menjadi bagian dari strategi PLN untuk memperkuat pasokan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, (13/06/2025)
Anak bungsu dari empat bersaudara ini bergabung dengan PLN pada 2024 dan kini bertugas sebagai Technician Pengendalian Konstruksi di Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2). Tak hanya fokus pada pengawasan teknis, Benyamin juga aktif membantu tim perizinan dan pertanahan membuka jalur Right of Way (ROW).
Perannya menunjukkan semangat kerja lintas fungsi dan kolaborasi yang kuat di lapangan. “Saya ingin terus belajar dan berkontribusi dalam pembangunan kelistrikan. Ini bukan hanya pekerjaan, tapi tanggung jawab saya sebagai bagian dari bangsa,” ujar Benyamin dengan semangat. Proyek SUTT 150 kV Tanjung Redeb – Talisayan sendiri merupakan bagian penting dari upaya pemerataan energi di Kalimantan.
Dengan panjang jaringan mencapai 219 kilometer sirkit dan total 287 span, hingga awal Juni 2025, sudah 254 span yang berhasil dibuka, atau sekitar 88% dari target ROW. Di sejumlah titik, proses penarikan kabel (stringing) pun sudah berjalan. Jeffry Sambara Palelleng, Manager PLN UPP KLT 2, menilai kemajuan proyek tak lepas dari kekompakan tim di lapangan. “Kami melihat semangat luar biasa dari seluruh tim. Sosok seperti Benyamin membuktikan bahwa kontribusi dapat datang dari siapa saja, dan itu terlihat nyata setiap hari,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Raja Muda Siregar. Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal menyatukan semangat anak bangsa. “Benyamin adalah gambaran semangat kolektif kita untuk mewujudkan keadilan energi,” jelasnya.
Kini, proyek SUTT ini tak hanya menjadi simbol pembangunan kelistrikan, tetapi juga wujud nyata semangat persatuan dari berbagai penjuru negeri. Dan di dalamnya, Benyamin menjadi bagian penting dari kisah terang yang sedang ditulis di tanah Borneo.
(*)