PLN Mantapkan Sistem Kelistrikan Kaltara, Serah Terima Tahap Awal Proyek Transmisi Tanjung Selor–Tideng Pale Berhasil Dilaksanakan

SWARAREPUBLIKA.com, Tanjung Selor— PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional dengan menuntaskan serah terima tahap pertama proyek strategis jaringan transmisi di Kalimantan Utara (2-Jumi-2025)

Melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Timur 2 (UPP KLT 2), dan Pusat Manajemen Proyek Unit Manajemen Konstruksi 2 (Pusmanpro UPMK 2), PLN merampungkan proses Serah Terima Pekerjaan Tahap Pertama (ST-1) pada pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Tanjung Selor, GI Tideng Pale untuk Section 1 dan Section 3.

Proses serah terima ini dilakukan bersama konsorsium kontraktor KSO Hasta, KMI Wire Cable,  Usaha Bakti Perkasa serta KSO Cipta Mitra Andalas, KMI Wire Cable,  Duta Hita Jaya. Section 3 diserahterimakan pada 15 Mei 2025, diikuti Section 1 pada 22 Mei 2025. Jalur transmisi yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Selor dan Kecamatan Sesayap ini merupakan bagian vital dari sistem interkoneksi Kalimantan Timur–Kalimantan Utara.

Keberadaan proyek ini diyakini akan meningkatkan keandalan pasokan listrik, memperkuat konektivitas kelistrikan regional, dan mempercepat pemerataan energi hingga ke kawasan perbatasan. General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, menggarisbawahi arti penting pencapaian ini. “Tahap serah terima awal adalah tonggak penting dalam proyek pembangunan. Ini menandakan transisi dari pekerjaan konstruksi ke tahap operasional, serta menunjukkan kemajuan berarti dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang tangguh di Kalimantan Utara,” ujar Raja.

Ia menambahkan, "Pembangunan transmisi ini bukan sekadar memasang tower dan kabel, tapi mencerminkan dedikasi PLN dalam menyuplai listrik yang stabil, mendorong kemajuan ekonomi, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah-wilayah strategis." Manager PLN UPP KLT 2, Jefri Sambara Palelleng, menyampaikan bahwa proses serah terima ini juga menjadi indikator mutu kerja di lapangan. “Lebih dari sekadar formalitas, ini adalah pengakuan atas kualitas dan pencapaian proyek kami. Serah terima juga meningkatkan akuntabilitas dan menjadi jaminan bahwa seluruh tahap telah memenuhi standar teknis,” jelasnya.

Dari sisi pengawasan proyek, Manager PLN Pusmanpro UPMK 2, Adriuli, menekankan pentingnya aspek pengendalian risiko. “Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas manajemen risiko kami. Setiap tahapan dikerjakan secara cermat, dengan dokumentasi lengkap seperti catatan pengujian dan persetujuan, yang nantinya menjadi referensi penting untuk audit dan pengembangan proyek ke depan,” ujarnya.

Sebelum serah terima dilakukan, proyek melewati tahapan inspeksi teknis, pengujian sistem, dan penerbitan Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) sebagai jaminan keamanan dan kelayakan jaringan untuk beroperasi. Dengan selesainya Section 1 dan 3, PLN kini mengarahkan fokus pada penyelesaian Section 2 yang ditargetkan rampung pada 2025.

Setelah seluruh bagian proyek tersambung, sistem interkoneksi Kaltim–Kaltara akan aktif sepenuhnya, menyediakan pasokan listrik yang lebih andal dan merata untuk masyarakat Kalimantan Utara.