SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Nusantara Ballroom di Pentacity Mall, Balikpapan Super Block, menjadi sorotan dalam acara Balikpapan Investment Award 2024. Acara ini tidak hanya memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kota, tetapi juga menghadirkan sesi Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang pelaporan kegiatan penanaman modal (LKPM), yang dirancang untuk memperdalam pemahaman para investor mengenai proses pelaporan investasi mereka.
Andi Muhammad Yusri Ramli, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya investasi sebagai pendorong utama kemajuan ekonomi Balikpapan. Selain seremoni penghargaan, acara ini juga memberikan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya kepatuhan dalam pelaporan investasi melalui Bimtek LKPM.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada para investor atas kontribusi nyata mereka terhadap pembangunan kota. "Melalui Balikpapan Investment Award, yang dirangkaikan dengan Bimtek LKPM, kami ingin menghargai para pelaku usaha yang telah berinvestasi di Balikpapan," ujar Hasbullah.
Hasbullah juga mengucapkan terima kasih kepada pelaku usaha yang secara konsisten melaporkan investasinya melalui aplikasi OSS (Online Single Submission). Kepatuhan ini, menurutnya, mencerminkan komitmen para investor terhadap pembangunan berkelanjutan di Balikpapan.
Bimtek yang diselenggarakan juga bertujuan untuk membantu pelaku usaha yang mungkin masih mengalami kesulitan dalam pelaporan kegiatan penanaman modal mereka. "Kami memberikan bimbingan teknis untuk mempermudah pelaku usaha yang masih bingung dalam melaporkan kegiatan mereka," jelas Hasbullah.
Pada tahun 2023, Balikpapan mencatatkan pencapaian investasi yang luar biasa, mencapai Rp24 triliun, melampaui target awal sebesar Rp18 triliun atau 138 persen dari target. Capaian ini memberikan kontribusi sebesar 37 persen terhadap total investasi di Provinsi Kalimantan Timur, menjadikan Balikpapan sebagai penyumbang utama di antara 10 kabupaten/kota lainnya.
Menghadapi tahun 2024, Balikpapan menargetkan investasi sebesar Rp20 triliun, dengan capaian sementara Rp15 triliun. Sektor kimia, farmasi, dan perminyakan tetap menjadi pilar utama, dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang semakin menarik minat investor di sektor perumahan, properti, dan infrastruktur seperti apartemen, hotel, rumah sakit, hingga pabrik. Untuk menjawab tantangan pertumbuhan ini, Pemkot Balikpapan sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait insentif bagi investor. "Kami sedang merancang Perda insentif, yang diharapkan segera disahkan," ungkap Hasbullah.
Perda ini akan menawarkan berbagai keuntungan bagi investor, seperti pengurangan pajak dan insentif lain, dengan syarat penggunaan tenaga kerja lokal minimal 60 persen. Penghargaan dalam acara ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Pelaku Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Pelaku Usaha Penanaman Modal Asing (PMA), berdasarkan realisasi investasi tertinggi tahun 2023.
Di kategori PMDN, penghargaan diberikan kepada PT Kilang Pertamina Balikpapan, PT Kilang Pertamina Internasional, PT Mitra Murni Perkasa, PT Sinar Mas Wisesa, dan PT Wahana Prima Sejati. Sementara di kategori PMA, penghargaan diraih oleh PT Kutai Refinery Nusantara, PT Expro Indonesia, PT Dermaga Perkasa Pratama, PT Agpa Refinery Complex, dan PT Liebher Indonesia.
Balikpapan Investment Award 2024 ini menegaskan komitmen Kota Balikpapan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memastikan para pelaku usaha mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk terus berkembang.
(Jm)