Pekan Menyusui Sedunia di Balikpapan: Dorong Ibu Menyusui untuk Kesehatan Optimal

Seminar DKK Balikpapan dalam pekan menyusui sedunia di Hotel Grand Senyiur

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan memperingati Pekan Menyusui Sedunia dengan menggelar seminar bertajuk "Menutup Kesenjangan - Dukungan Menyusui untuk Semua" di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada Senin, 26 Agustus 2024.

Acara ini menarik partisipasi dari 130 peserta yang berasal dari berbagai instansi seperti DP3AKB, Bappeda Litbang, Disdikbud, Disnaker, DPOP, serta organisasi seperti PKK dan Forum ASI Balikpapan.

Ketua Panitia Seminar, Lusita Hakim, mengungkapkan bahwa seminar ini rutin diadakan setiap tahun pada pekan pertama Agustus, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menyusui. “Seminar ini selalu kami gelar pada awal Agustus, sesuai dengan peringatan Pekan ASI Sedunia,” ujar Lusita.

Tahun ini, seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Asti Praborini, seorang dokter spesialis anak sekaligus Ketua dan Pendiri Praborini Lactation Team, serta Dr. Annisa Nurrachmawati, dokter dari Kalimantan Timur yang juga konsultan laktasi.

Dalam seminar ini, para narasumber menekankan pentingnya menyusui bagi kesehatan ibu dan bayi. Dr. Annisa menjelaskan bahwa ibu yang tidak menyusui berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara, yang kasusnya terus meningkat di Indonesia. "Setiap tahun, ada 68.858 kasus baru kanker payudara di Indonesia, atau sekitar 189 kasus per hari," ungkap Dr. Annisa.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar penderita kanker payudara menggunakan layanan BPJS, yang pada akhirnya membebani kapasitas rumah sakit. Dr. Annisa juga mengingatkan bahwa penggunaan susu formula pada bayi dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan pankreas, yang berujung pada kebutuhan suntik insulin seumur hidup.

“Susu formula dengan kadar gula tinggi dapat merusak pankreas bayi, sehingga mereka berisiko mengalami diabetes di masa depan,” jelasnya. Seminar ini tidak hanya ditujukan untuk ibu hamil, tetapi juga untuk kader dan anggota PKK yang diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan tentang manfaat menyusui kepada masyarakat luas.

Lusita berharap, melalui edukasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menyusui eksklusif demi kesehatan ibu dan anak. "Kami berharap semua peserta seminar dapat menyampaikan pesan ini kepada masyarakat, agar lebih banyak ibu yang memilih menyusui secara eksklusif," tutupnya.

(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)