Ketua DPRD PPU Dukung Pemekaran wilayah sepaku

SWARAREPUBLIKA.com, PPU - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat di (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (PPU Kaltim), Syahruddin M Noor menyampaikan dukungan dan dorong percepatan pemekaran wilayah daerah setempat seperti Kecamatan Sepaku yang sudah masuk daerah otonom Ibu Kota Nusantara (IKN) dan dipimpin Kepala Badan Otorita.  

"Kami sangat dukung dan dorong percepatan pemekaran wilayah tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa," Ucap Syahruddin M Noor kepada Awak media ini di ruang kerjanya.

Senin (13/3/2023) Pembangunan IKN yang baru yang di bangun di wilayah Kecamatan Sepaku tersebut bakal diambil alih pemerintah pusat. Sehingga wilayah kecamatan Sepaku ini akan berkurang satu.   "Syarat menjadi daerah otonom kabupaten minimal memiliki lima wilayah kecamatan, sedangkan setelah Kecamatan Sepaku masuk wilayah IKN, Kabupaten PPU sehingga tersisa tiga wilayah kecamatan," jelas Syahruddin M Noor.  

Syahruddin M Noor Menambahkan bahwa Ia telah bertemu dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu dan membahas tentang pemekaran wilayah Kecamatan, Kelurahan dan Desa tersebut.   "Kemendagri dan kementerian telah memberikan lampu hijau dan informasi menyangkut proses pemekaran wilayah kecamatan, kelurahan dan desa yang akan dilakukan pemerintah kabupaten," ucapnya.

"Dan selanjutnya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara rencananya bakal memekarkan wilayah menjadi tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Penajam menjadi empat kecamatan," sambungnya.   Selain itu, Syahruddin M Noor menyebutkan Kecamatan Babulu menjadi dua Kecamatan dan Kecamatan Waru satu kecamatan.  

⁷Sehingga Pemerintah Kabupaten PPU harus segera melakukan kajian menyangkut pemetaan dan batas wilayah, serta inventarisasi atau mencatat aset agar dokumen untuk melakukan pemekaran wilayah benar-benar siap.

"Dewan akan memperjuangkan pemerintah kabupaten PPU segera melakukan percepatan pemekaran Kecamatan, Kelurahan dan Desa karena ada sebagian daerah yang masuk wilayah ibu kota negara Indonesia baru," tegas Syahruddin M Noor.

ADV