THOHA : SATU KOMPONEN YANG TINGGI ANGGARAN RAPID TEST

RABU,( 19/8/2020 )-Tahapan sosialisasi Pilkada Kota Balikpapan yang diselenggarakan 9 Desember 2020 dalam pemilihan wali kota dan wakil walikota sudah mendekati ke tahap pencalonan.

Dalam pelaksanaan pilkada ini ada proses proses yang harus dilakukan oleh KPU Kota Balikpapan, dimasa pandemi Covid-19 semua aturan yang berkaitan dengan sosialisasi harus mentaati protokol kesehatan yang sudah ditentukan dan wajib untuk dijalankan.

Ketua KPU Kota  Noor Thoha menjelaskan bahwa anggaran APD yang diajukan oleh KPU Balikpapan adalah sebesar 13,5 miliyar dengan acuan harga yang pada saat itu sangat tinggi.themo gan pada saat itu harganya bisa mencapai 1 juta hingga 2 jutaan , masker sangat langkah pada saat itu hingga mengakibatkan harga berlipat ganda.

Kebutuhan yang digunakan KPU Balikpapan sendiri berbeda dengan yang ada pada hitungan KPU RI yang menggunakan harga kekinian,ketika KPU Balikpapan tidak ada verifiikasi calon perorangan beda dengan daerah lain yang membutuhkan anggaran lebih besar dari Balikpapan, kata Thoha.

Dari anggaran 13,5 miliyar akhirnya diturunkan oleh KPU RI 1,7 miliyar. anggaran ini sudah digunakan untuk pemutakhiran.dengan melihat pola yang ada anggaran ini dikeluarkan secara bertahap.

Noor Thoha menambahkan ada satu komponen yang termahal dengan menggunakan anggaran lumayan besar yaitu Rapid test, mudah mudahan harga  yang ada sekarang ini Rp 150 ribu tinggal dikalikan 13500 petugas, jelasnya.

Penulis: Rony