
SWARAREPUBLIKA,Dalam pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Balikpapan Tahun 2020, KPU Kota Balikpapan menggelar Bimtek ( bimbingan teknis) terkait pengelolaan keuangan anggaran Pilkada .
Bimtek ini menghadirkan seluruh ketua PPK, ketua PPS, sekretariat PPK dan sekretariat PPS sekota Balikpapan yang digelar dihotel Horison Sagita gunung Malang .
Noor Thoha menyampaikan dengan adanya tingkat partisipasi yang tinggi , pastinya akan mendapatkan apresiasi diseluruh Indonesia bahkan dunia jika penyelenggaraanya sukses dan berhasil, tapi pengelolaan keuangan nya atau administrasi berantakan pastinya juga proses pilkadanya berantakan, karena semua yang berhubungan dengan keuangan itu merupakan sarana yang sangat vital apalagi diperuntukkan penggunaannya dalam Pilkada.
"Semua Nara sumber akan memberikan bimbingan teknisnya dan dapat menyampaikan kepada petugas PPK dan PPS ini, karena jelas KPU memandang penting untuk memberikan pembekalan tentang pengelolaan keuangan".
Thoha menambahkan, dalam kegiatan ini KPU menghadirkan Pidsus kejaksaan negeri Balikpapan ,Polresta bagian Tipikor Balikpapan, dan dari pajak, tujuannya untuk mengantisipasi supaya teman teman semua tidak terjerumus dalam hal ini.
Seperti hal terkait dengan anggaran Pilkada ini Rp 53,9 miliar yang digunakan hampir 60% sampai dengan 70% di peruntukkan untuk Adhok dapat dihitung secara nyata nya saja, petugas KPPS ada 10500 ditambah dengan Linmas sekitar 3000 dan belum tambahan yang lainnya seperti pembuatan TPS serta biaya operasional yang lainnya terkait pelaksanaan rapat semua tersedot dan memang digunakan untuk dilarikan ke Adhok ,pungkasnya.
Agus**