Serap Aspirasi Warga, Sigit Wibowo Dorong Perbaikan Infrastruktur dan Dukungan Pendidikan di Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari daerah pemilihan Balikpapan, Sigit Wibowo, kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi melalui forum Besempakat yang digelar di TPQ Nasyarul Khoir, Jalan DI Panjaitan RT 79, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Senin (27/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program serap aspirasi tahun 2026 yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPD Forum Relawan Demokrasi Kota Samarinda Joko Prasetyo, moderator Imam Sutejo Kurniawan, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dari RT 78, 79, dan 80.

Dalam pengantarnya, Imam Sutejo Kurniawan menjelaskan bahwa Besempekat menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat guna menampung berbagai kebutuhan riil di lapangan. Forum ini diharapkan mampu memperkuat proses perencanaan pembangunan yang berbasis aspirasi warga. Ketua RT 79, Purwanto, menyampaikan sejumlah persoalan mendesak yang dihadapi warganya.

Mulai dari masalah banjir, kondisi drainase yang belum optimal, minimnya penerangan jalan lingkungan, hingga kebutuhan pengembangan fasilitas TPQ Nasyarul Khoir yang selama ini dibangun secara swadaya. Menurutnya, TPQ tersebut memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan anak-anak di lingkungan setempat.

Seiring meningkatnya jumlah santri, kebutuhan fasilitas pun semakin mendesak, termasuk rencana penambahan lantai dua bangunan. Menanggapi hal itu, Sigit Wibowo menegaskan bahwa forum seperti ini menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Ia menyebut, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan dalam proses penganggaran dan pembahasan di DPRD.

“Usulan masyarakat bisa kita dorong melalui berbagai jalur, baik bantuan keuangan, program dinas provinsi, maupun koordinasi dengan pemerintah kota sesuai kewenangan,” jelasnya.

Dalam paparannya, Sigit juga mengakui kondisi fiskal Kalimantan Timur saat ini tengah mengalami tekanan, yang berdampak pada keterbatasan sejumlah program, termasuk bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur lingkungan.

Meski demikian, ia memastikan tetap berkomitmen memperjuangkan kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor prioritas seperti pendidikan, perbaikan jalan lingkungan, drainase, penerangan, hingga bantuan sosial dan keagamaan. Dalam sesi dialog, Kepala TPQ Nasyarul Khoir, Riani, berharap adanya percepatan dukungan pembangunan fasilitas pendidikan di TPQ.

Selain itu, warga juga menyoroti kerusakan jalan Balikpapan-Samarinda serta pengelolaan parkir yang dinilai belum optimal dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menjawab berbagai aspirasi tersebut, Sigit menyatakan dukungan terhadap pembangunan TPQ akan diupayakan melalui berbagai skema sambil menunggu proses penganggaran resmi. “Terkait jalan dan banjir akan kami komunikasikan dan dorong penanganannya sesuai kewenangan,” ujarnya.

Ia juga menilai masukan terkait pengelolaan parkir menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan optimalisasi PAD. Sigit menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Ia mengajak warga untuk aktif melaporkan berbagai kendala yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti melalui jalur yang tepat.

“Kalau ada persoalan di lingkungan, sampaikan dan kita perjuangkan bersama. Pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

(ADV/DPRD provinsi)