Ismail Perhatian Terhadap Kondisi Nelayan Di Kutim

Anggota komisi II DPRD Kaltim Ismail ST

SAMARINDA, SWARAREPUBLIKA.com - Hingga saat ini, nelayan di daerah Kutai Timur masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh bahan bakar minyak untuk kegiatan melaut, karena belum adanya stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) khusus yang produktif.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ismail ST, menaruh keprihatinannya terkait kondisi nelayan di Kutim tersebut, yakni terkendala mendapatkan bahan bakar minyak.

“Kami merasa prihatin, mereka tidak hanya menghadapi persoalan kemiskinan, tetapi juga sering mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak khusus untuk melaut,” ujar Ismail pada Senin (13/11/) lalu. Ia menjelaskan bahwa Kutim memiliki sungai yang panjang, namun hingga saat ini belum ada SPBU khusus nelayan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Selain itu, banyak spot penangkapan ikan yang sebelumnya digunakan oleh nelayan kini tidak dapat digunakan lagi karena terkena langsung oleh aktivitas perusahaan, seperti perusahaan pertambangan batu bara dan semen di Kecamatan Kaliorang.

Ismail menekankan perlunya dukungan dari perusahaan-perusahaan tersebut, agar mereka turut serta memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu nelayan yang terdampak. Hal ini penting karena nelayan dibatasi untuk masuk ke wilayah penangkapan ikan akibat aktivitas perusahaan.

Ismail juga meminta kepada pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, untuk memberikan perhatian serius kepada nelayan. Dirinya i berharap adanya upaya menghadirkan 2-3 SPBU khusus nelayan yang produktif di Kutim (ADV/DPRD Kaltim)