SAMARINDA, SWARAREPUBLIKA.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Rusman Ya'qub, turut menyoroti kegiatan eksploitasi terhadap Sumber Daya Alam (SDA) secara berlebihan. Adapun eksploitasi SDA di Kaltim tersebut meliputi aktivitas tambang liar, penangkapan ikan secara ilegal, dan pembakaran hutan berskala untuk lahan kelapa sawit.

Akan tetapi disisi lain, pemerintah belum melakukan program yang signifikan terkait pemulihan hutan dan kawasan ekologi. Menurutnya, sejauh ini Kaltim telah memberikan banyak kontribusi melalui kegiatan eksploitasi SDA, Senin, (11/9)
Mulai dari kekayaan minyak dan gas, sumber daya kayu dan batu bara. Akan tetapi, feedback untuk Kaltim tidak memberikan keuntungan yang signifikan kepada masyarakat Kaltim. "Apa yang didapat rakyat kita, kalaupun ada itu hanya segelintir orang. Buktinya, angka kemiskinan ektrem kita masih tinggi.
Mestinya, kalau memang menghasilkan itu dong yang harus diorientasikan, kemudian fungsi-fungsi hutan itu dikembalikan," ujarnya. Rusman juga menyampaikan, jika pengelolaan ekonomi yang bersumber dari hutan harus digali lebih lanjut.
Tentunya dengan tetap berpegang pada konsep green economy (ekonomi hijau), menggunakan SDA secara efisien dan berkeadilan sosial. "Kita selama ini bisa menerima manfaat dari penurunan mitigasi itu apa? Karena hutan. Untuk itu kita perlu kembalikan fungsi hutan sebenarnya," jelasnya.
Menurut Rusman, dengan tidak melakukan eksploitasi secara berlebihan merupakan suatu bentuk berdaulat terhadap Benua Etam yang telah memberikan kehidupan dan banyak manfaat pada masyarakat Kaltim. "Ayo sama-sama kita dorong, Kaltim tanpa eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, kita bisa hidup.
Ia berharap agar tidak ada lagi kegiatan deforestasi. Ia meminta untuk tetap melestarikan kekayaan alam dan melakukan pemulihan hutan. Jika dikelola dengan baik, maka sumber dayanya pun akan menghasilkan banyak," pungkasnya.
(ADV/RN)