Belum Rampung, DPRD PPU Soroti Program Pipanisasi PUPR

Syarifudin HR singgung program pipanisasi PUPR

SWARAREPUBLIKA.com, PENAJAM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti pekerjaan program pipanisasi sebagai upaya penyaluran air bersih yang belum rampung. Program pipanisasi dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Anggota DPRD PPU, Syarifudin HR mengatakan, program ini mengalami keterlambatan pekerjaan. Sehingga membuatnya kecewa.

Padahal seharusnya, program itu sudah rampung, Maret 2023 lalu. "Sampai hari ini belum selesai dikerjakan oleh Dinas PUPR. Nah, sementara PDAM berharap itu selesai," ujar Syarifudin, ditemui baru-baru ini. Ia menyebut, PUPR telah berjanji akan menyelesaikan program tersebut, sampai Maret 2023. Namun faktanya, hingga Maret 2024 belum selesai.

"Padahal anggaran sudah diberikan," ungkapnya. Dijelaskan, proyek pipanisasi ini dianggap vital karena sebagian besar masyarakat PPU mengandalkan air dari sumber lokal, terutama air hujan.

"Di PPU ini banyak pipa-pipa bocor dan di sini memang masih banyak kekurangan, pipa pendorong saja masih banyak kurang. Itu kalau tidak salah masih ada tiga pipa lagi yang dibutuhkan dan belum ada anggarannya," ulasnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah dan warga PPU telah berharap agar program pipanisasi ini dapat meningkatkan akses air bersih di daerah. Namun, hingga saat ini, keterlambatan proyek tersebut telah menimbulkan ketidakpastian dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. "Sebenarnya permasalahan ini sudah kita tahu, bahkan sudah berulang kali kita bicarakan terus.

Tetapi, pekerjaan Dinas PUPR yang menangani pipa-pipa bocor itu belum selesai sampai sekarang,” urainya. Ia menegaskan, pentingnya penyelesaian proyek pipanisasi ini untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat akan air bersih.

Menurutnya DPRD PPU berharap Dinas PUPR dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut agar pelayanan air bersih di PPU dapat segera terpenuhi. “Silakan tanya saja Dinas PUPR supaya cepat. Yang jelas, sampai hari ini, belum selesai," imbuhnya.