SUKRY: PEMERINTAH KOTA MENGAJUKAN PENAMBAHAN ANGGARAN COVID-19

Harus diakui, bahwa wabah virus Corona (Covid -19) sangat berdampak langsung terhadap Sosial Ekonomi masyarakat khususnya warga kota Balikpapan. Itu dapat terlihat dari sempitnya ruang aktivitas warga kota Balikpapan saat Pandemi terus berlangsung hingga saat ini

Pemerintah kotaPemkot) bersama DPRD Kota Balikpapan tidak tinggal diam, melalui Gugus Tugas Covid-19 telah menggulirkan bantuan kepada warga kota Balikpapan guna meringankan beban Sosial-Ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19 baik langsung maupun tidak langsung, melalui Program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Melaui program JPS bantuan telah diberikan kepada warga kota Balikpapan secara bertahap, hingga bulan Juni 2020 kemarin. Namun kondisi Balikpapan pasca New Normal semakin memburuk, dengan meningkatnya penderita terkomfirmasi positif covid -19 setiap harinya. Hal inilah yang membuat Pemkot Balikpapan kemungkinan akan meminta tambahan anggaran untuk memperpanjang Penanggulangan Covid -19 sampai Bulan Desember 2020 mendatang.

Seperti yang dijelaskan Anggota DPRD Kota Balikpapan dan sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) Anggaran Covid-19, Drg. H. Syukri Wahid, S.KG, Mengatakan, ada pengajuan tambahan anggaran penanggulangan Covid -19 sampai bulan 12 oleh Pemkot Balikpapan, terkait Jaring Pengaman Sosial "Pada saat Rapat Dengar Pendapat(RDP) dengan Pemkot Balikpapan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) ada pengajuan tambahan anggaran untuk sampai Bulan Desember terkait Jaring Pengaman Sosial,"Kata Syukri di gedung DPRD Kota Balikpapan, Kamis, (27/08/2020).

Perlu diketahui pada periode lalu sampai Juli 2020 melalui Program JPS, Pemkot Balikpapan memberikan bantuan kurang lebih 70 Ribu Kepala Keluarga(KK) atau 30% dari jumlah KK di Kota Balikpapan.

berbeda kali ini Sekda mengajukan anggaran tambahan JPS sampai bulan Desember 2020 hanya dapat mengcover 10-30% dari jumlah penerima bantuan periode lalu, yakni 10- 30% dari 70 Ribu KK, dengan nominal yang belum dibahas sampai saat ini. " anggaran yang diajukan Sekda kemungkinan sampai Bulan 12, namun tidak menjangkau sampai 70 ribu KK, hanya dapat mengcover 10- 30% dari 70 Ribu KK,"ungkap Syukri.

"Nantinya akan di filter dari jumlah kk pada priode lalu yakni 70 Ribu KK akan disaring hingga tersisa 10-30%, dengan besar bantuan masih dalam tahap pembahasan" bebernya

Mengenai anggaran yang akan digunakan syukri menambahkan nantinya anggaran yang diajukan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) perubahan, namun ini masih dalam pembahasan pasalnya masih terdapat dua opsi , apakah menggunakan anggaran tak terduga APBD-P atau include menggunakan dana perubahan melalui Organisasi Perangkat Daerah(OPD) terkait.

"Apakah akan diperpanjang dan dialokasikan ke dana tambahan juga atau include diperubahan melalui Dinas Dosial itu yang belum kita sepakati"jelas Syukri.

Disinggung mengenai pertanggung jawapan Pemkot Balikpapam mengenai Anggaran Covid -19 sebesar 134 milyar periode lalu Syukri menjelaskan , bahwa dirinya telah menerima salinan penggunaan anggaran covid-19.

" Saat ini pihak kami belum menerima salinan tahap ke Tiga, namun salina rincian tahap satu sebesar 30% sudah diterima dan tahap Dua 60% sudah diterima , kini kami menunggu rincian tahap Tiga atau penggunaan dana 100%, konon katanya sudah terpakai semua " tandasnya.

"Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan RDP bersama Pemkot Balikpapan, terkait Pertanggung jawaban penggunaan Dana Covid-19 sebesar 134 milyar" Pungkasny.

(AGS)