
BALIKPAPAN,Berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menekan meluasnya penyebaran Virus Covid-19 yang melanda kota Beriman, salah satunya dengan memberlakukan sistem buka - tutup ruas jalan utama di jam-jam tertentu.
Langkah ini diambil guna untuk membatasi kegiatan masyarakat kota Balikpapan yang melakukan aktivitas diluar rumah, namun Selama di berlakukanya buka/tutup jalan di jam-jam tertentu dinilai kurang efektif dikerenakan masih banyak kendaraan yang melakukan aktivitas melalui jalan tikus(tembus).
Seperti yang diungkap anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Budiono di ruang kerjanya, " langkah yang di ambil pemkot Balikpapan dengan menerapkan buka /tutup ruas jalan utama tidak efektif, saya melihat itu bukanlah langkah aksi cepat untuk pencegahan virus corona yang mewabah di kota Balikpapan , dengan diterapkan buka/tutup ruas jalan utama sangat berdampak kepada masyarakat , salah satunya terjadi pelemahan perekonomian rakyat yang sulit bergerak" ,kamis(07-05-2020).
Masih Budiono" selain itu , buka/tutup jalan membuat terjadinya kemacetan disejumlah wilayah di Balikpapan, saat ini banyak titik-titik terjadi kemacetan akibat buka/tutup jalan , bukan hanya itu saja walaupun ruas jalan utama ditutup masih banyak jalan tikus(tembus) yang dilalui warga untuk melakukan kegiatan diluar rumah .
Ini bukan solusi yang tepat dalam penanganan virus covid-19, di tambah lagi dengan anggaran yang cukup besar , ini sangat di sayangkan, alangkah bagusnya jika Pemerintah dalam melaksanakan pencegahan virus covid-19 memfokuskan terhadap zona yang mana terdapat Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan(PDP) untuk dilakukan pengawasan secara ketat, sehingga masyarakat yang lain dapat bergerak untuk memenuhi kebutuhan perekonomiannya" pungkas Budiono.