SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Persoalan distribusi air bersih yang telah lama dikeluhkan warga Kelurahan Batu Ampar kembali menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara, Jafar Sidik. Aspirasi tersebut mengemuka dalam kegiatan reses masa sidang III tahun 2025–2026 yang digelar di Jalan Telindung Baru RT 30 Nomor 84, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Jumat (3/7/2026) malam.
Reses yang dihadiri perwakilan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), BPJS Kesehatan, ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga setempat itu menjadi ruang dialog terbuka untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Dua isu utama yang mendominasi pembahasan yakni krisis distribusi air bersih dan pemahaman terhadap mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan.
Jafar mengungkapkan, warga RT 29 dan RT 30 Telindung Baru sudah cukup lama mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak mengalir secara normal. Bahkan saat jadwal distribusi bergilir diberlakukan, air tetap tidak sampai ke rumah-rumah warga. "Keluhan ini sudah berlangsung cukup lama. Masyarakat berharap ada solusi nyata karena meski mendapat jadwal giliran, air tetap tidak mengalir.
Oleh karena itu kami menghadirkan PTMB agar masyarakat memperoleh penjelasan langsung mengenai kondisi jaringan distribusi yang ada saat ini," ujarnya. Berdasarkan hasil dialog, diketahui pasokan air melalui jalur Morrapan masih mengalir dengan baik.
Sementara itu, terdapat usulan agar dilakukan penyambungan jaringan melalui pembangunan pipa induk baru menuju kawasan yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Menurut Jafar, kebutuhan pembangunan pipa induk diperkirakan sepanjang 100 hingga 150 meter. Ia pun berkomitmen memfasilitasi penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) bersama PTMB sebagai dasar pengusulan pembangunan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD pada perubahan anggaran tahun ini.
"Saya akan meminta PTMB menghitung kebutuhan anggarannya. Jika memungkinkan, pembangunan pipa induk ini akan kami perjuangkan melalui anggaran aspirasi sehingga persoalan air bersih yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera diatasi," tegasnya.
Ia menilai pembangunan jaringan pipa baru merupakan solusi paling efektif dibanding hanya mengandalkan sistem distribusi bergilir yang selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Selain persoalan air bersih, reses juga dimanfaatkan warga untuk berkonsultasi mengenai pelayanan BPJS Kesehatan.
Sejumlah warga mempertanyakan masih adanya biaya yang harus dibayarkan saat menjalani pengobatan meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS. Menanggapi hal tersebut, Jafar menjelaskan bahwa perwakilan BPJS Kesehatan telah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai prosedur pelayanan yang berlaku.
Menurutnya, peserta harus mengikuti alur pelayanan sesuai ketentuan, yakni memulai pengobatan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum mendapatkan rujukan ke rumah sakit, kecuali dalam kondisi darurat.
Ia juga menjelaskan bahwa pemeriksaan penunjang, seperti cek gula darah, akan ditanggung BPJS apabila dilakukan berdasarkan indikasi medis dari dokter. Sebaliknya, apabila pemeriksaan dilakukan atas permintaan pribadi tanpa rekomendasi medis, maka biayanya menjadi tanggung jawab peserta.
"Melalui reses ini masyarakat bisa memperoleh penjelasan secara langsung sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terkait layanan BPJS. Jika nantinya masih ada kendala, masyarakat juga sudah mengetahui ke mana harus menyampaikan pengaduan," katanya.
Di akhir kegiatan, Jafar menegaskan akan mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan warga agar tidak berhenti sebatas usulan dalam forum reses. Ia berharap langkah yang sedang diupayakan bersama PTMB dapat menjadi solusi permanen bagi persoalan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di Telindung Baru.
"Harapan kami sederhana, masyarakat dapat menikmati layanan air bersih secara normal tanpa harus terus bergantung pada sistem distribusi bergilir. Aspirasi ini akan terus kami kawal hingga ada realisasi di lapangan," pungkasnya.
(ADV/DPRD Balikpapan)