SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyoroti meningkatnya temuan kasus HIV/AIDS dan mengimbau agar seluruh pemangku kebijakan memperkuat langkah pencegahan. Ia menilai bahwa penyebaran HIV membutuhkan penanganan lebih serius, khususnya melalui upaya penegakan aturan di berbagai sektor.
Budiono mengatakan bahwa berbagai faktor risiko, seperti penyalahgunaan narkotika dan perilaku tidak aman, masih menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian HIV. Menurutnya, penegakan aturan dan pengawasan lingkungan sangat diperlukan untuk mengurangi potensi penularan. “Kalau semua itu tidak kita berantas, tentu ini bisa mengancam meningkatnya angka kematian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran lingkungan yang sering kali menjadi pintu masuk perilaku berisiko, termasuk penggunaan jarum suntik tidak steril serta aktivitas yang diawasi secara terbatas di sejumlah tempat hiburan malam. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah daerah memperketat pengawasan dan memastikan seluruh operasional hiburan memiliki izin yang jelas dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Budiono mengakui bahwa dirinya belum menerima data terbaru terkait jumlah kasus HIV di Balikpapan dan menyarankan wartawan untuk mengonfirmasikan angka resmi melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa peningkatan angka kasus harus dijadikan pengingat bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras.
Hari AIDS Sedunia ini, Budiono berharap peringatan ini menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat penegak Perda untuk memperkuat tindakan pencegahan. Ia menilai kolaborasi Satpol PP, Dinas Perizinan, dan instansi terkait lainnya sangat penting untuk membatasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan risiko penularan.
Budiono juga menyinggung adanya laporan mengenai sebuah kegiatan yang sempat berlangsung tanpa pengawasan maksimal dan dinilai berpotensi melanggar ketentuan. Ia menyebut kejadian tersebut harus menjadi evaluasi agar tidak terulang di kemudian hari. “Kita harus tegas dan menertibkan semuanya. Jangan sampai ada kegiatan yang luput dari pengawasan,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan komitmen seluruh pihak, mulai dari aparat, pemerintah, hingga masyarakat. “Pencegahan harus dimulai dari kita semua,” katanya.
(ADV/DPRD Balikpapan)