DPRD Balikpapan Soroti Anggaran dan Ketersediaan Bahan Baku Program MBG

Anggota DPRD kota Balikpapan Sufyan Jufri

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Komisi IV DPRD Balikpapan menaruh perhatian terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan segera diterapkan di kota ini. Program yang diinisiasi pemerintah pusat itu diharapkan berjalan sesuai target, baik dari kualitas sajian maupun penerima manfaat.

Namun, ada kekhawatiran terkait pengadaan bahan baku, terutama dengan fluktuasi harga pangan di Balikpapan. Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, mempertanyakan kecukupan anggaran Rp10 ribu per porsi untuk memenuhi standar gizi dalam program ini.

Menurutnya, harga bahan pokok di setiap daerah berbeda, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh sebelum implementasi. “Jangan sampai Rp10 ribu dianggap cukup di satu daerah lalu diterapkan sama di semua daerah tanpa memperhitungkan harga bahan pangan yang bervariasi,” ujarnya, Selasa (4/2/2025).

Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab atas pelaksanaan program ini, termasuk pemilihan vendor catering serta penentuan menu. Namun, DPRD tetap memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan setiap sajian memenuhi standar gizi yang ditetapkan. "Kalau hanya sekadar mencukupkan, tentu bisa. Tapi jangan sampai komposisi gizinya dikorbankan," tegas Sufyan.

Pihaknya berharap pemerintah pusat memperhatikan kondisi harga pangan di daerah dalam menentukan alokasi anggaran, agar program ini berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Balikpapan.

(ADV/J)