SWARAREPUBLIKA.comBalikpapan – Sekretaris Komisi 2 DPRD Balikpapan, Taufiqul Rahman, menegaskan pentingnya inovasi dan dukungan modal dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di setiap kecamatan.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga inisiatif serta bantuan dari berbagai pihak, termasuk dana CSR. "Sudah saya jelaskan, butuh sentuhan, butuh inovasi yang betul-betul. Nah, terpulang juga dari hal itu juga butuh modal, kan?" ujarnya.
Taufiq mengakui bahwa anggaran yang ada saat ini masih belum tepat sasaran karena keterbatasan dana. Oleh karena itu, Komisi 2 DPRD Balikpapan berencana mengalokasikan dana aspirasi untuk mendukung pengembangan UMKM. "Sekarang bagaimana caranya? Kita akan masuk dana bantuan aspirasi kita di Komisi 2 untuk men-support itu.
Kalau memang bisa mencapai, kita di Perubahan dan di Murni nanti bisa mencapai 10 miliar. Insyaallah jalan," jelasnya. Terkait lokasi pengembangan UMKM, Taufiq menyebutkan bahwa setiap kecamatan akan mendapatkan perhatian.
Saat ini, Balikpapan Barat yaitu Baru Ilir telah menjadi contoh awal dengan progres yang masih sekitar 40 persen. "Itu baru 40 persen. Belum sempurna. Dan itu akan menjadikan sempurna posisi 99 persen kalau ada produk lokal yang kita akan pasarkan di tenan-tenan di situ untuk ditaruh," tambahnya.
Lebih lanjut, Taufiq mengusulkan konsep wisata kuliner dan belanja berbasis produk lokal, mirip dengan konsep di Malioboro, Yogyakarta. Ia menekankan bahwa penting bagi Balikpapan untuk memiliki ikon produk khas yang dapat dipasarkan secara luas. "Kita coba jadikan wisata kuliner dan belanja, tapi dengan produk ikon kita.
Kita bangun lagi, saya akan bangun nanti di Wonorejo, Balikpapan Utara. Kan itu bagus tuh memasarkan," jelasnya. Sebagai langkah konkret, DPRD Balikpapan juga akan menyediakan 200 gerobak (rombong) bagi pelaku UMKM di tahap awal. "Kita siapkan 200 rombong. Kita bagi. Awal pertamanya. Begitu marak kan booming," ujarnya.
Taufiq juga menegaskan pentingnya kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) agar inovasi dan program ini berjalan dengan baik. Ia optimistis bahwa dengan dukungan fasilitas dan anggaran yang tepat, UMKM di Balikpapan dapat berkembang pesat dan menjadi daya tarik wisata baru di kota ini.
(ADV/J)