
SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan pentingnya kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan dalam menghadapi Pilkada serentak 2024, terutama terkait ketersediaan logistik surat suara.
Alwi meminta KPU memastikan bahwa jumlah surat suara mencukupi di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), guna mencegah masalah yang pernah terjadi pada pemilu sebelumnya. Alwi mengingatkan pengalaman Pemilu Legislatif lalu, di mana sejumlah warga di Kampung Baru, Balikpapan Barat, mengalami kekecewaan karena kekurangan surat suara.
Banyak warga yang telah antusias datang ke TPS harus pulang tanpa bisa memberikan suara akibat ketidakcukupan logistik. "Kita pernah mengalami kekurangan surat suara di Kampung Baru. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang pada Pilkada nanti," ujar Alwi, Senin, 11 November 2024.
Dalam pertemuan dengan Ketua KPU Balikpapan, Yudho Lelono, Alwi secara khusus meminta KPU memastikan kesiapan logistik pemilu. Ia berharap KPU dapat mengantisipasi dan memastikan bahwa seluruh kebutuhan surat suara tersedia dan terdistribusi secara merata. "Saya sudah sampaikan langsung kepada Ketua KPU Balikpapan, agar surat suara betul-betul siap dan tersebar di seluruh TPS pada hari pemungutan suara," tegasnya.
Alwi juga menekankan pentingnya sinergi antara KPU dan semua pihak terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada. Menurutnya, antisipasi dan koordinasi yang baik dapat mencegah timbulnya permasalahan yang bisa menghambat pemilih dalam menyalurkan hak suara mereka.
Ia berharap Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang dapat berlangsung tertib dan aman. "Kita doakan semua berjalan lancar tanpa kendala, sehingga masyarakat Balikpapan bisa menyalurkan hak pilih mereka dengan nyaman," tambah Alwi optimis.
Dengan persiapan logistik yang matang serta dukungan berbagai elemen, Alwi percaya bahwa Pilkada 2024 di Balikpapan akan terselenggara dengan baik, memberikan kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi secara maksimal dalam proses demokrasi.
(ADV/J)