SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Taman Wisata Pringgodani terus menorehkan prestasi membanggakan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkembang pesat. Berlokasi di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, kawasan ini berhasil masuk dalam 30 besar nominasi Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa tim penilai dari Kemenparekraf berkunjung langsung ke lokasi Pringgodani pada Jumat (31/10/2025) sore. Sebanyak 12 orang juri hadir untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus mencocokkan data dengan dokumen yang telah dikirimkan sebelumnya.
“Tadi tim dari Wonderful Indonesia Award hadir, kurang lebih sekitar 12 orang. Mereka melakukan verifikasi terhadap dokumen dan mendengarkan paparan dari kami,” jelas Ratih.
Menurut Ratih, hasil paparan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari tim penilai. “Mereka menilai progres Pringgodani sangat cepat. Dari tahap rintisan hingga kini berkembang pesat, inovasinya banyak, pemberdayaan masyarakatnya berjalan baik, dan keberlanjutannya juga diperhatikan,” ujarnya.
Ratih menambahkan, pihaknya optimistis Pringgodani dapat melangkah lebih jauh di ajang nasional ini. “Kami berharap bisa masuk lima besar. Saat ini kami menunggu hasil akhir setelah seluruh 30 destinasi wisata selesai dinilai,” tuturnya. Ia menyebut, saran dari tim penilai terutama menekankan pentingnya menjaga aspek keberlanjutan dan regenerasi pengelola wisata. “Supaya pesonanya tetap terjaga dan tidak berhenti di generasi ini saja,” tambahnya.
Sementara itu, Udi Hartoko, salah satu dewan juri Wonderful Indonesia Award 2025, turut memberikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Ia menyebut prestasi Pringgodani merupakan bukti nyata peran aktif masyarakat dalam menggerakkan ekonomi melalui pariwisata lokal. “Kami ucapkan selamat untuk Pringgodani yang masuk sebagai salah satu terbaik di kategori desa wisata. Ini menarik, karena di kota besar seperti Balikpapan masih ada kelompok masyarakat yang mampu menggerakkan ekonomi berbasis pariwisata,” ungkapnya.
Udi menjelaskan, ajang Wonderful Indonesia Award tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penguatan kelembagaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). “Kami tidak hanya menilai, tetapi juga memberikan pembinaan dan sosialisasi agar kelembagaan wisata di daerah semakin kuat,” terangnya.
Ia menambahkan, tahap penilaian awal masih berfokus pada pemeriksaan dokumen. “Hari ini kami melihat dokumen yang telah disubmit, dan besok kami akan meninjau langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian data,” pungkasnya.
(ADV/disporapar Balikpapan)